Beritasumut.com-Dalam rangka menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) RI yang jatuh pada tanggal 3 Januari 2017 mendatang, Kakanwil Kemenag Sumatera Utara (Sumut) menggelar Gerak Jalan Kerukunan (GKJ). Kegiatan yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara ini berlangsung meriah sebab diikuti lebih dari 8.000 orang, Sabtu (17/12/2016). Turut hadir membuka GKJ, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Tohar Bayoangin, Gubernur Sumatera Utara diwakili Kabag Agama Biro Binsos Pemprovsu Muhammad, Ketua Forum Kumunikasi Umat Beragama (FKUB) Sumut Maratua Simanjuntak, Ketua FKUB Kota Medan Mohd Hatta serta seluruh Pimpinan Majelis-Majelis Agama Provinsi Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Tohar Bayoangin mengaku sangat bahagia melihat semua umat dari berbagai macam agama, pimpinan dan tokoh agama dapat berkumpul dan duduk bersama pada acara ini. "Kita sangat bahagia melihat semua umat dari berbagai macam agama, pimpinan dan tokoh agama dapat berkumpul dan duduk bersama pada acara ini. Ini semua dilakukan dalam rangka menjalin komunikasi dan silaturrahmi untuk mewujudkan Sumatera Utara yang rukun dan damai. Melalui Gerak Jalan Kerukunan Ini mari kita bangun Sumatera Utara yang PATEN," ujarnya, seperti yang dilansir dari kemenag.go.id, Minggu (18/12/2016). Tohar juga mengingatkan kepada ASN Kemenag Sumut untuk menghadiri puncak acara HAB Kemenag RI ke 71 yaitu Upacara HAB Kemenag RI yang akan di laksanakan di Lapangan Merdeka Medan tangal 3 Januari 2017 yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara. Upacara HAB Kemenag RI ke 71 nanti akan diikuti oleh ASN Kanwil Kemenag Sumut, UIN Sumut, Kemenag Kota Medan, Balai Diklat Keagamaan Medan, UPT Asrama Haji Medan, MAN, MTsN dan MIN Kota Medan. Sementara itu, Ketua FKUB Sumut Maratua Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan, kerukunan adalah dambaan dan sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. "Kita berbeda etnis, berbeda agama adalah ketetapan dari Tuhan yang harus kita syukuri," ungkapnya. Dia juga mengingatkan masyarakat Sumatera Utara untuk menghindari konflik SARA karena akan menyebabkan kerugian besar. "Masyarakat Sumut harus bertekad menghindari konflik, kita harus hidup satu bangsa, satu tanah air, Indonesia Satu," pungkasnya. (BS03)