Beritasumut.com-Satuan Narkoba Polres Deli Serdang hingga kini terus melakukan pengembangan kasus narkoba pasca diamankannya Erry Fasial Rumbun (28) warga Jalan Keramat Raya, Gang Melati Nomor 9, Kelurahan Sungai Bulu, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penumpang Lion Air nomor penerbangan JT 978 tujuan Banjarmasin transit Surabaya ini ditangkap pada Rabu (14/12/2016), karena menyembunyikan 200 gram sabu dan 989 butir pil ekstasi di selangkangannya.Erry, sulung dari bersaudara kepada wartawan, Kamis (15/12/2016), berdalih kenekatannya menyelundupkan sabu dan ektasi guna membantu ibunya membayar hutang. Namun alasan pria bertato yang bekerja sebagai desainer event expo terkesan hanya akal-akalan saja. Sebab, ketika didesak apakah sudah pernah berhasil menyelundupkan sabu lewat Bandara Kuala Namu, Erry mengaku pada 1 Desember 2016 lalu dirinya sukses mengelabui petugas dengan membawa sabu seberat 500 gram ke Surabaya. Caranya pun sama, yakni disimpan dalam selangkangan. Saat berhasil menyelundupkan sabu ke Surabaya, lanjutnya, Erry mengaku naik Lion Air dan berangkat sekira pukul 07.00 Wib. Atas kenekatannya, Erry menerima upah sebesar Rp 8 juta. “Saat pertama kali aku berhasil menyelundupkan sabu, penggeledahan badan tidak begitu ketat. Aku tidak kenal dengan pria yang menjemput sabu saat aku tiba di Surabaya,” akunya. Sedangkan untuk menyelundupkan sabu dan ektasi yang rencananya akan dibawa ke Banjarmasin, Erry mengaku disuruh oleh Akim (28) warga Kayu Tangi, Kecamatan Sungai Mia, Banjarmasin, Kalsel. Erry mengenal Akim saat di Banjarmasin yang ketika itu Akim bekerja di sebuah toko, tapi Erry tidak mau menyebutkan toko tempat Akim bekerja. Untuk upah, Akim menjanjikan sebesar Rp 8 juta dan uang saku sebesar Rp 2 juta diberikan Akim kepada Erry di Bandara Banjarmasin. Sejak dari Banjarmasin, Erry tetap dipantau Akim via selular. Dan ketika tiba di Medan, seorang pria menghubungi Erry agar menginap di Hotel Garuda Citra. Selanjutnya Erry disuruh naik becak dari hotel menuju Jalan Juanda Medan. Dan saat tiba di depan Hotel Delta, seorang pria berbadan agak gemuk, memakai masker mengendarai sepeda motor Supra X 125 menjumpai Erry dan memberikan bungkusan berisi sabu dan ektasi. Selanjutnya Erry disuruh kembali ke Hotel dan tak berapa lama, Erry kembali dihubungi seorang pria agar naik becak ke lokasi hiburan malam New Zone. Di sana, Erry bertemu dengan Alex dan mempertanyakan kesiapan Erry untuk membawa sabu. Erry pun menjawab sudah siap dan akan berangkat dengan pesawat Lion Air. Selanjutnya Alex dan Erry menikmati hiburan malam. Usai menikmati hiburan malam, Erry kembali ke hotel sedangkan Alex pergi tanpa diketahui Erry kemana perginya. Lalu pada Rabu (14/12/2016), Erry naik becak menuju Carrefour dan saat berada dalam bus Damri, Erry menyusun dan memasukkan bungkusan berisi sabu dan ektasi ke dalam selangkangannya. Saat tiba di Bandara Kuala Namu, pesawat Lion Air yang rencananya akan ditumpangi Erry terbang justru sudah berangkat. Sehingga tiket yang sudah dibeli Erry terpaksa hangus. Lalu Erry melakukan komunikasi dengan Akim soal tiket yang hangus karena terlambat. Erry pun diarahkan untuk membeli tiket kembali dengan uang pribadinya dan ketika tiba di Banjarmasin akan diganti oleh Akim. “Seharusnya aku berangkat pukul 09.00 Wib tapi karena telat tiket ku hangus. Aku beli tiket lewat Traveloka dan pembayarannya melalui nomor rekeningku,” ujarnya. Lanjut Erry, harga satu gram sabu di Banjarmasin seharga Rp 1,9 juta, sehingga peradaran sabu banyak mengarah ke Pulau Borneo itu. Selain jadi kurir, Erry juga mengakui jika sejak tahun 2010 dirinya sudah mengkonsumsi sabu agar fit mengerjakan order. (BS05)