Beritasumut.com-Aktor Rio Dewanto dalam konfrensi persnya di Jalan Wahid Hasyim Medan di Omerta Koffie No 9, Kamis (8/12/2016) mengaku siap membela petani di Wilayah Desa Mekarja, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat yang diduga mengalami penindasan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK). "Kedatangan saya ke Medan karena rasa perikemanusiaan. Soalnya saya sedih dengan petani yang ditindas PT LNK.Saat saya melihat di media sosial pada tanggal 18/11/2016 para petani mendapat kekerasan dari orang-orang PT LNK.Kalau lah para petani tersebut tidak dapat perlindungan hukum. Mau kemana mereka menghidupi istri dan anaknya. Maka dari itu, saya siap meminta bantuan hukum kepada rekan-rekan saya, untuk membantu para petani yang ditindas tersebut," ujar Rio. Untuk membantu para petani tersebut, Rio menjelaskan jika pihaknya telah bekerjasama dengan Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara."Saya rasa tugas SPI selama ini sudah sangat Positif sekali.Kita juga meminta pemerintah dapat bekerjasama untuk membantu para petani yang di tindas PT LNK.Lihat saja lampu-lampu rumah para petani tersebut telah diputus PT LNK," sambung Rio. Sementara itu, Jubaidah (53) anggota SPI Sumut mempertanyakan HGU milik PTPN II, namun kenapa PT LNK dan aparat penegak hukum yang merampas lahan petani tersebut."Bahkan mereka merusak lahan-lahan petani. Selain itu, listrik dan air rumah para petani pun diputus PT LNK dan aparat penegak hukum yang membekinginya. Bahkan tiga rumah petani dirobohkan mereka," terang Jubaidah. Akibat peristiwa tersebut, Jubaidah menyebutkan jika anak-anak menjadi trauma dan takut.Saat pihaknya melapor ke polisi, pihak kepolisian dinilainya tidak memihak kepada warga."Setiap kami melapor di kantor polisi, selalu ditanya lokasinya di mana dan surat tanahnya ada apa tidak. Jadi kami sudah capek melapor ke kantor Polisi. Soalnya polisi sepertinya sudah memihak PT LNK," pungkas Jubaidah.(BS04)