Beritasumut.com-Pencarian dan penyelamatan korban dari dampak gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan Pidie masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan masih mencari korban yang diperkirakan terjebak dalam reruntuhan bangunan. Hingga malam ini Rabu (7/12/2016) pukul 20.30 Wib masih dilakukan pencarian. Data sementara yang berhasil dihimpun oleh BPBD dan sudah dikonfirmasi terdapat 94 orang tewas, 1 orang hilang, 128 orang luka berat, 489 orang luka ringan dan ratusan bangunan rusak. Korban jiwa di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 91 orang tewas, 125 orang luka berat dan 411 Orang luka ringan. Di Kabupaten Bireuen, 2 orang tewas atas nama Imam Fadhil/L/23th dan Habibah Binti Abu Bakar/P/70th, 8 orang luka berat, 128 orang luka ringan dan 10.000 santri terdampak. Sedangkan di Kabupaten Pidie, 1 orang tewas yakni H Jailani/L/60 th, dan satu lagi dinyatakan masih hilang. Kerugian materil di Kabupaten Pidie Jaya, 105 unit ruko roboh, beberapa tiang listrik roboh, beberapa ruas jalan rusak atau retak, 86 unit rumah roboh, 13 unit bangunan Masjid roboh, 1 unit bangunan Indomaret roboh dan 1 unit bangunan RSUD Pidie roboh. Di Kabupaten Bireuen, 1 unit Masjid roboh, 1 unit bangunan Kampus STAI AL-Azziziyah Mudi Mesra roboh, 35 unit rumah roboh, 6 unit ruko roboh serta 1 unit kilang padi roboh. Sementara di Kapubaten Pidie sebanyak 40 unit rumah roboh. "Kepala BNPB bersama Deputi Penanganan Darurat BNPB, pejabat BNPB, pejabat dari Kementerian PU Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Basarnas telah berada di lokasi bencana untuk membantu BPBD melakukan penanganan darurat," ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. "Sementara itu kendala yang dihadapi BPBD Kabupaten Pidie Jaya adalah kekurangan alat berat untuk mengevakuasi korban yang terhimpit bangunan roboh," sambung Sutopo.(Rel)