Beritasumut.com-Pengerjaan proyek pembangunan drainase yang beroperasi di Jalan Bajak II Medan, Kecamatan Medan Amplas, menyisakan gundukan tanah bekas galian yang berserakan. Hal ini menjadi keresahan penduduk setempat hingga para pengendara yang melintas di daerah pengerjaan proyek drainase tersebut, sebab selain banyak tanah yang tidak diangkut, sisa pengerjaannya juga terkesan dibiarkan. "Proyek yang sudah dikerjakan tidak tahu siapa pengembangnya, sehingga pengerjaan drainase itu menggangu kenyaman masyarakat di kawasan Jalan Bajak II Medan," kata Anto warga Jalan Bajak II Medan, Senin (05/12/2016). Anto menilai, proyek yang dikerjakan sudah berjalan sepekan lamanya tanpa adanya koordinasi dengan masyarakat setempatm. "Masyarakat yang membuka usaha di Jalan Bajak II juga terganggu dan tidak bisa berjualan," ujarnya. Dia berharap, pemilik proyek secepatnya mengangkat tanah yangh sudah mengganggu kenyamanan masyarakat itu. Pasalnya pada jam sibuk dan pulang kerja, kawasan Jalan Bajak II yang dilalui sepeda motor dan mobil bakalan terjadi kemacetan panjang. "Kalau cepat dilakukan akan bisa menyelesaikan masalah dalam memperbaiki drainase di Jalan Bajak II Medan. Dan juga harus ada perhatian cepat dari dinas terkait," sambungnya. Menurutnya, ini penting untuk segera ditindak, sebab jalan yang dilalui oleh masyarakat juga jalan penghubung menuju Marindal. "Jadi kawasan padat penduduk ini harus nyaman," tandasnya. (BS03)