Longsor Kembali Timbun Rumah Warga, 1 Tewas dan 2 Luka-luka

- Sabtu, 03 Desember 2016 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122016/5799_Longsor-Kembali-Timbun-Rumah-Warga--1-Tewas-dan-2-Luka-luka.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Tanah longsor.
Beritasumut.com-Hujan lebat yang berlangsung sejak siang hari telah menyebabkan longsor dan menelan korban jiwa di Kabupaten Karanganyar. Tebing longsor menimbun rumah warga di Dusun Banaran Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (2/12/2016) pukul 21.30 Wib. 

 

Longsor menyebabkan pemilik rumah tewas atas nama Catur (21) dan 2 orang luka berat atas nama Paikem (52) dan Harso Wiyono (55). Tim SAR dan masyarakat mengevakuasi korban. Korban dirujuk ke RS Moewardi.

 

Pada Sabtu (3/12/2016) pukul 05.30 Wib tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran lokasi. Ditemukan tanda-tanda bau di sekitar sektor 2 pada pukul 06.30 Wub."Selanjutnya langsung dilakukan pencarian dan ditemukan korban an.Gito. pukul 08.00 Wib jenasah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ambulance ke RSUD. Pencarian terhadap satu korban longsor masih diteruskan," ungkap Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

 

"Kabupaten Karanganyar memang rawan bencana longsor. Ada 9 kecamatan rawan longsor dari 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar. 9 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Jenawi, Kerjo, Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, Jatiyoso, Jatipuro dan Jumapolo. Daerah rawan longsor tersebut saat ini sudah berkembang menjadi permukiman sehingga memiliki risiko tinggi bencana longsor," sambung Sutopo menjelaskan.

 

Hal sama juga terjadi di daerah lain di Indonesia. Ada 274 kabupaten/Kota yang rawan longsor dengan jumlah penduduk yang terpapar 40,9 juta jiwa dari longsor sedang hingga tinggi."Mereka tinggal di lereng-lereng perbukitan, pegunungan bahkan di samping tebing yang hampir tegak lurus sehingga mudah longsor saat hujan," jelas Sutopo.

 

Sutopo menegaskan, bukan hujan yang menyebabkan longsor, namun tingginya kerentanan menyebabkan longsor terus meningkat."Harus ada penataan ulang dari tata ruang yang ada, perlu pembatasan ijin dan peningkatan implementasi tata ruang. Jika tidak maka longsor akan makin meningkat dan makin bertambah jumlah korban serta kerugian. Masyarakat lah yang paling banyak menderita, khususnya masyarakat yang kelas ekonominya menengah ke bawah karena tidak memiliki kemampuan memitigasi dirinya, keluarganya dan lingkungannya." tegas Sutopo.

 

"Ingat, tata ruang kuncinya melakukan pembenahan. Tata ruang lebih efektif dan mudah mengatasi longsor dibandingkan dengan upaya mitigasi lainnya. Tidak mungkin semua lereng atau bukit diperkuat dengan struktural. Tidak mungkin juga semua dipasang alat peringatan dini longsor, dan seterusnya. Perlu komitmen semua pihak untuk menata ulang ini baik oleh pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat," pungkas Sutopo. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Yayasan IKAL Peduli Nusantara Salurkan Bantuan Banjir di Pangkalan Susu dan Tanjung Pura

Peristiwa

Arman Chandra Salurkan 500 Paket Makanan ke Korban Banjir Medan dan Langkat, Komitmen Bantu Pengungsi

Peristiwa

Ratusan Petugas Dikerahkan, PLN Sumut Perkuat Siaga Kelistrikan Akibat Cuaca Ekstrem

Peristiwa

Empat Kabupaten di Sumut Dilanda Bencana Banjir dan Longsor Secara Bersamaan, 8 Orang Meninggal

Peristiwa

Jelang Mudik Lebaran, Gubernur Sumut Bobby Nasution Pastikan Batu Jomba Bisa Dilintasi

Peristiwa

Tinjau Banjir Bandang Padangsidimpuan, Gubernur Sumut Bantu Perbaikan dan Penanganan Pascabanjir