Beritasumut.com-Kebersihan merupakan bagian dari iman. Itulah yang dilakukan oleh belasan santri dari Pesantren Yayasan Wakaf Sabilul Mukhlisin, Kecamatan Tuntungan yang ikut dalam aksi 2 Desember atau 212 di Masjid Agung, Jalan Diponegoro Medan, Jumat(2/12/2016). Dengan berkeliling di lokasi tenda, belasan santi ini membawa kantong plastik hitam untuk memungut sampah yang terletak dan diberikan oleh peserta aksi. Koordinator tim pemungut sampah Mulyo mengaku tergerak untuk mendukung Aksi Bela Islam III di Medan. "Ada 30 orang dan ini inisiatif kami," terangnya. Ribuan massa yang datang dari berbagai daerah di Sumut itu memenuhi tenda yang didirikan di halaman masjid dan di Jalan Diponegoro. Mereka antusias meramaikan doa, zikir dan tausiyah.Puluhan polisi juga ikut dalam acara doa, zikir dan tausiyah tersebut. Personel TNI pun tidak ketinggalan. Mereka tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar. Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, kegiatan serupa digelar pada 13 kota di Sumut. "Terima kasih kepada peserta aksi massa yang telah berkomitmen melakukan aksi damai dan santun," jelasnya. Selain aksi doa dan zikir, peserta Aksi Bela Islam III di Medan berencana melakukan konvoi dari Masjid Agung ke Kejaksaan Tinggi Sumut usai salat Jumat.Mereka ingin menyampaikan tuntutan agar perkara dugaan penistaan agama yang menyeret nama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dijalankan dengan adil.(BS03)