Intensitas Hujan Tinggi, Bengawan Solo Siaga Merah

- Kamis, 01 Desember 2016 23:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122016/9854_Intensitas-Hujan-Tinggi--Bengawan-Solo-Siaga-Merah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Sungai Bengawan Solo.
Beritasumut.com-Beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban Provinsi Jawa Timur telah terendam banjir sejak 29/11/2016 hingga Kamis (1/12/2016). Bahkan hujan dengan intensitas tinggi yang merata di bagian hulu dan tengah Sungai Bengawan Solo di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur telah meningkatkan debit banjir sehingga banjir makin meluas.

 

Tinggi muka air Bengawan Solo terus naik. Pada Kamis (1/12/2016) posisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Kota Bojonegoro pada pukul 06.00 mencapai 14.96 meter. Pukul 07.00 naik menjadi 14.99 meter atau siaga kuning. Memasuki pukul 08.00 ketinggian air mencapai 15.02 meter atau siaga merah."Dengan kondisi siaga merah maka banjir merendam beberapa wilayah di Bojonegoro," ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

 

Sutopo menjelaskan, tercatat genangan banjir di Bojonegoro meluas hingga 51 desa dan 10 kecamatan dari total 28 kecamatan, antara lain Kecamatan Bojonegoro, Kalitidu, Dander, Trucuk, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor, Baureno, dan Trucuk. Tercatat 3.410 rumah terendam banjir. Satu orang tewas dan 156 jiwa mengungsi di Gedung Serba Guna Jalan KH Mas Mansyur. Meskipun ribuan rumah terendam banjir namun masyarakat tidak mau mengungsi. Mereka sudah terbiasa banjir yang hampir setiap tahun terjadi di Bojonegoro.

 

Banjir menyebabkan 3.703 hektar sawah terendam banjir. Tanggu Kali Ingas di Desa Pucangarum Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro pada Kamis pukul 10.00 Wib jebol sehingga menyebabkan sekitar 1.500 hektar sawah terendam banjir.  Lahan pertanian di Desa Pucangarum, Desa Kedungrejo, Desa Kedungprimpen dan Desa Gedongarum Kecamatan Kanor terendam banjir. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 24 milyar.

 

Luapan Sungai Bengawan Solo juga telah menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur sejak 26/11/2016 hingga 1/12/2016."Banjir telah menyebabkan 3.569 rumah tergenang banjir, jalan tergenang 61.065 meter, dan lahan pertanian terendam 2.111 hektar. Ditaksir kerugian dan kerusakan akibat banjir mencapai Rp 9 milyar," sebut Sutopo.

 

BPBD Kabupaten Bojonegoro dan Tuban bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Bengawan Solo, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penangan darurat. BPBD Kab. Tuban telah mendirikan posko lapangan di 5 kecamatan dan pendirian dapur umum bagi korban bencana. Pemberian bantuan sembako telah diberikan kepada sebagian korban bencana. BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro menutup 56 pintu darurat di tanggul barat dan utara. Disediakan 24 ribu kantong berisi pasir yang ditumpuk di pintu-pintu darurat serta tanggul desa yang terdampak banjir. Pintu darurat yang ditutup karung pasir dijaga polisi, tentara dan hansip.

 

Bupati Tuban telah menetapkan keadaan darurat bencana banjir sejak 28/11/2016 hingga 3/12/2016. Penggunaan anggaran dari pos Biaya Tak Terduga dari Pemda Tuban masih diproses untuk penanganan darurat. BPBD Tuban telah kehabisan stok bantuan sandang. BPBD Provinsi Jawa Timur mengirimkan bantuan logistik.

 

Sementara itu meluapnya Sungai Bengawan Solo juga telah menyebabkan banjir di Kabupaten Gresik. Sebanyak 17 desa di Kecamatan Dukun dan Bungah terendam banjir.Di tempat lain hujan deras menyebabkan longsor di Kabupaten Trenggalek pada 1/12/2016. Jalan raya yang menghubungkan Trenggalek–Pacitan Km 41 di Dusun Kapit, Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek sebagian badan jalan amblas dengan panjang 10 meter dan lebar 2 meter. Lalu lintas dilakukan buka tutup dan diberi tanda oleh petugas.(Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Resmikan Desa Siaga Bencana, PLN UID Sumut Serah Terima Bantuan Program

Peristiwa

Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya

Peristiwa

Yayasan IKAL Peduli Nusantara Salurkan Bantuan Banjir di Pangkalan Susu dan Tanjung Pura

Peristiwa

Bank Sumut Rayakan Natal: Semangat Kasih Perkuat Empati Sosial, Etos Kerja, dan Persaudaraan

Peristiwa

Peduli Korban Banjir Bandang, Anindya Bakrie Salurkan Bantuan Kadin ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Peristiwa

Arman Chandra Salurkan 500 Paket Makanan ke Korban Banjir Medan dan Langkat, Komitmen Bantu Pengungsi