Beritasumut.com-Ratusan hektar tambak ikan dan udang warga di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat Sumatera Utara, rusak akibat kegiatan survey seismik.Tambak yang rusak juga diikuti dengan matinya udang dan ikan yang ada di dalam tambak. Benteng tanggul tambak longsor atau ambrol sehingga tambak pecah. Selain itu, udang dan ikan tambak juga mati akibat dampak ledakan dinamit saat survey seismik berlangsung.Salah satu lokasi terparah dampak survey seismik terjadi di Desa Tanjung Pasir. Ratusan hektar tambak warga rusak akibat masuknya minyak dan lumpur ke tambak warga saat pengeboran dan pengeboman survey seismik.Para pekerja melakukan survey seismik dengan cara mengebor tanah hingga kedalaman 30 meter kemudian memasukkan dinamit dan meledakkan bom tersebut di dalam tanah.Survey seismik ini dilakukan untuk mencari potensi kandungan minyak dan gas di dalam tanah. Getaran akibat ledakan dinamit di bawah tanah menyebabkan getaran hebat hingga tanggul tambak ambrol. Bukan itu saja lumpur dan minyak yang keluar saat pengeboran masuk ke tambak warga sehingga udang dan ikan di dalam tambak langsung mati.Kegiatan survey ini telah dilakukan PT. El Nusa sejak setahun lalu. PT Elnusa menjanjikan akan mengganti seluruh kerusakan yanag timbul akibat kegiatan survey seismik ini.Namun hingga kini tak ada warga yang menerima dan kompensasi atau ganti rugi untuk tambak, dan bangunan rumah mereka yang rusak.Warga telah berulang kali mendatangi kantor PT Elnusa di Medan namun tidak pernah mendapatkan dana yang dijanjikan. “Kita sudah lama bolak balik ke Medan ke kantor PT Elnusa itu untuk menanyakan masalah ganti rugi, tapi sampai sekarang blum ada mendapatkan dana yang sudah di janji janjikannya,” ujar Hendra, salah seorang warga yang merasa dirugikan.Dari data pihak Kecamatan Pangkalan Susu, kegiatan survey seismik ini juga merusak ribuan rumah di 16 desa yang ada di Kabupaten Langkat.(BS08)