Terjaring Razia di Karaoke Stroom, 7 Oknum Polisi Diperiksa Intensif di Propam Poldasu

- Selasa, 29 November 2016 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112016/8088_Terjaring-Razia-di-Karaoke-Stroom--7-Oknum-Polisi-Diperiksa-Intensif-di-Propam-Poldasu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Oknum polisi pakai narkoba.
Beritasumut.com-Tujuh oknum polisi yang terjaring razia petugas Datasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 di Karaoke Stroom, Gedung Selecta, Jalan Listrik, Medan, Minggu (27/11/2016) kemarin, saat ini sedang menjalani penyidikan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut. 

 

Sayangnya, meski hasil tes urine dari ketujuh oknum polisi yang bertugas di Polres Binjai dan Subden A Brimob Poldasu beserta dua teman wanitanya mengandung zat amphetaminen, namun belum ditetapkan sebagai tersangka.“Mereka ya terperiksa,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, Selasa (29/11/2016). 

 

Selain berkaraoke, ketujuh oknum polisi tersebut diduga juga tengah pesta narkoba. Pasalnya, petugas Denpom I/5 mendapati barang bukti, 19 butir pil ekstasi dari berbagai bentuk dan jenis.

 

Informasi dihimpun, oknum polisi yang diamankan itu berinisial, Brigadir MHS (Brimobda Sumut), Brigadir Polisi Dua LNP (Brimobda Sumut), Brigadir RH (Brimobda Sumut), Bripda KH (Polres Binjai), Brigadir Polisi Dua BAS (Polres Binjai), Brigadir Polisi Dua AR (Polres Binjai) dan Brigadir Polisi Dua DC (Polres Binjai). Sementara dua wanita, berinisial S warga Jalan Seirokan dan  M warga Desa Bandarsetia, Percut Seituan.

 

Disoal ketujuh oknum polisi itu dinas mana, Rina pun masih tak dapat memastikannya. “Ada beberapa Brimob kayaknya. Yang jelas, tujuh orang itu anggota Polda Sumut. Mungkin ya (data), memang ada yang dari Brimob dan Polres Binjai,” sambung mantan Kapolres Binjai ini.

 

Rina mengamini, jika tujuh polisi dan dua teman wanitanya itu positif berdasarkan hasil pemeriksaan urine. Lantas apa sanksi yang diberikan terhadap ketujuh polisi itu? “Tergantung daripada berkas itu, saran dari Bidkum apakah dibawa ke sidang kode etik atau disiplin. Nanti dilihat,” ujar perwira menengah dengan pangkat tiga bunga melati emas di pundaknya ini.

 

Rina menambahkan, hasil urine yang menyatakan positif terhadap tujuh oknum polisi itu, akan dilakukan rehab. Artinya, kata Rina, rehab terhadap tujuh polisi itu dilakukan untuk mengetahui kadar ketergantungannya terhadap narkoba.“Kalau positif, siapapun dia, anggota masyarakat, polisi, prosedurnya itu di asseement untuk mengetahui tingkat ketergantungan dia,” ujar dia.

 

Ketujuh oknum polisi itu, lanjut Rina, tak mengakui kepemilikan barang bukti pil ekstasi tersebut. Rina menyebutkan barang bukti itu tak ditemukan di badan ketujuh polisi tersebut. Melainkan, barang bukti itu ditemukan di bawah kursi dalam ruangan karaoke.“Barang bukti enggak tahu kita siapa punya. Enggak ada yang mengaku. UU narkotika, barang bukti itukan harus ada padanya. Ini tidak ada padanya,” pungkas Rina.(BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolda Sumut Dorong Optimalisasi Medsos Sebagai Wajah Transparansi Operasi Ketupat Toba

Peristiwa

Polda Sumut Kerahkan 12.104 Personel Dalam Operasi Ketupat Toba 2025

Peristiwa

Polda Sumut Gelar Operasi Penindakan Terhadap Angkutan Plat Hitam

Peristiwa

Operasi Keselamatan Toba 2025 Resmi Berakhir, Polda Sumut Temukan Ribuan Pelanggaran Lalulintas

Peristiwa

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Keselamatan Toba 2025

Peristiwa

Opsen Pajak Berlaku, Pemko Medan Dapat 66 Persen dari Pajak Kendaraan Bermotor