Beritasumut.com-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen tidak akan ikut turun ke jalan pada aksi unjuk rasa akbar yang akan digelar pada Jumat (25/11/2016) dan (2/12/2016) di Medan, maupun berangkat ke Jakarta. Hal ini ditegaskan oleh Bobby Niedhal Dalimunthe Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumut di Medan, Kamis (24/11/2016). Walau tidak ikut dalam aksi unjuk rasa yang berkaitan dengan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu, Bobby menggaris bawahi bahwa, PMII tetap akan mengawal dan menekan Polri untuk segera menuntaskan proses penyidikan terhadap Ahok. "PMII mendesak Polri untuk segera menuntaskan proses hukum terhadap tersangka Ahok," tutur Bobby. Dia menilai, sebagai calon kepala daerah, Ahok sudah menjadikan negara ini tidak kondusif. Namun, menurutnya, masyarakat harus lebih rasional, dan mahasiswa sebagai kaum intelek harus memberi pandangan positif ketika berkomunikasi dengan masyarakat. Apalagi Panglima TNI pada Rabu (23/11/2016) di Kampus Unpad mengatakan pada media, bahwa sekaitan dengan isu Ahok, ada keterlibatan pihak luar (asing) untuk mengadu domba dan memecah belah bangsa Indonesia. "Sesuai instruksi PB, PMII Sumut tidak sepakat jika aksi yang berjilid ini berujung ke arah makar terhadap negara atau penggulingan kekuasaan," ungkap Bobby. PMII Sumut memandang bahwa sistem demokrasi di Indonesia saat ini sedang diuji. "Perlu diingat bahwa Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi, yang mengutamakan proses demokrasi, bukan pada hasil demokrasinya. Hanya dengan melewati proses demokrasi tersebut lah bangsa Indonesia dapat menjadi negara yang maju," pungkas mantan ketua DPC PMII Deli Serdang ini. Terpisah, Nurul Yakin Sitorus, Ketua HIMMAH Sumut menanggapi rencana aksi unjuk rasa terkait kasus penistaan agama oleh Ahok mengatakan bahwa pihaknya akan ikut turun ke jalan. "Kita HIMMAH akan turun aksi pada Jumat (2/12/2016) sebagai bentuk kepedulian kita untuk mengawal proses hukum. Tentunya aksi yang dilakukan akan damai. Tidak berbau politis apalagi anarkis," ujarnya singkat melalui pesan elektronik, Kamis (24/11/2016). (BS03)