Beritasumut.com-Kepala Seksi Wasdakim Imigrasi Kelas 1 Polonia, H Tampubolon, mengungkapkan, ada kesulitan mendeteksi peredaran narkoba yang masuk ke Sumut melalui pelabuhan-pelabuhan kecil atau diistilahkan pelabuhan tikus."Sangat banyak pelabuhan tikus yang dijadikan pintu masuknya narkoba ke Sumut. Bahkan, tidak jarang yang membawa barang itu adalah para nelayan. Sehingga memang sulit terdeteksi," ungkapnya, Kamis (24/11/2016).Dikatakannya, tidak sedikit nelayan yang bersedia menjadi perantara, mengingat iming-iming uang jasa yang ditawarkan oleh pemilik narkoba."Terkadang para nelayan banyak menyandarkan kapalnya di bawah rumah warga yang berdiri di atas air. Makanya, pihak kepolisian sulit untuk mendeteksinya," lanjutnya.Karena itu, ia meminta masyarakat juga aktif dalam pengawasan peredaran narkoba. Hal ini, katanya, bisa dilakukan dengan menginfokan hal-hal yang kuat diduga ada pihak yang membawa narkoba."Masyarakat harus ikut berperan juga, tentu info dari masyarakat sangat penting," pungkasnya.(BS04)