Beritasumut.com-Penolakan penggusuran yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali dilakukan warga.Kali ini ratusan warga yang tinggal di pinggiraan rel kereta api Jalan Bambu sampai Pulo Brayan Medan melakukan aksi unjuk rasa menolak penggusuran tersebut. "Kami menolak relokasi karena belum ada uang tali kasih yang diberikan PT KAI dengan warga. Warga bertahan, tidak akan pindah dari lokasi," ucap Irvan salah satu warga yang ikut aksi unjuk rasa di Jalan Bambu Medan, Rabu (23/11/2016). Menurut Irvan, warga juga manusia, bukan benda yang seenaknya digusur.Dia pun meminta perhatian pemerintah dalam penanganan masalah ini."Kami warga Indonesia yang dilindungi hajat hidupnya di dalam UUD 45.Warga punya anak yang masih sekolah, bila digusur kami mau ke mana, bagaimana masa depan anak kami," tegasnya. Sementara itu, akibat unjuk rasa itu, petugas kepolisian mengalihkan arus lalu lintas di Jalan Bambu ke simpang Jalan Yos Sudarso Medan. Terlihat banyak pengendara sepeda motor dan mobil terjebak macet di lokasi Jalan Bambu II. Para pengendara pun banyak yang balik kanan melihat aksi unjuk rasa yang dilakukan warga pinggiran rel kereta api.(BS04)