Beritasumut.com-Peristiwa teror pengeboman gereja di Samarinda, beberapa hari lalu, disinyalir merupakan upaya memecah belah kesatuan negara Republik Indonesia (RI).Terkait hal tersebut, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Medan menyerukan Indonesia Damai. "GAMKI Medan turut prihatin atas pengeboman gereja di Samarinda.Jangan terprovokasi.Damailah Indonesia.NKRI harga mati," ujar Ketua GAMKI Medan Parulian Tampubolon dalam aksi damai di Bundaran Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (14/11/2016). GAMKI Medan pun meminta pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap masyarakat."Aparat keamaman jangan tidur. Berikan rasa aman bagi masyarakat," katanya. Dalam aksi yang berjalan singkat ini, Parulian mengungkapkan bahwa gereja merupakan rumah tempat memuji Tuhan.Oleh karena itu, pihaknya sangat menyesalkan jika rumah Tuhan dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab.Aksi diakhiri dengan doa bersama kader GAMKI Medan, yang meminta agar Tuhan memberikan kedamaian Indonesia. "Meminta kesabaran dan kekuatan bagi korban beserta keluarga korban. Berdoa kiranya Intan Olivia Marbun yang telah dipanggil Tuhan mendapat tempat terindah di sisiNya," pungkasnya.(BS03)