Beritasumut.com-Rekonstruksi dan Pelebaran Jalan Nasional Aceh Tengah (Takengon–Blangkejeren) sepanjang 137,21 Km diresmikan, Selasa (08/11/2016).Pembangunan jalan yang menelan anggaran sebesar Rp 653 miliar tersebut terselesaikan berkat kerjasama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang. Dari total anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 4,7 milyar Yen atau senilai Rp 640 miliyar. Hadir dalam peresmian tersebut Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto,Wakil Duta Besar Jepang, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia HONSEI KOZO, Kepala Kantor Perwakilan JICA Indonesia ANDO NAOKI. "Proyek Jalan Nasional Aceh Tengah (Takengon-Blangkejeren) yang merupakan salah satu wujud hubungan kerjasama pemerintah Indonesia dan Jepang melalui skema pinjaman Yen salah satu langkah dalam proyek rekonstruksi Aceh," ujar Arie Setiadi di sela-sela peresmian di Vila Ujung Paking Danau Laut Tawar Takengon Kabupaten Aceh Tengah. Dikatakan Arie, dengan selesainya Jalan Nasional antara Kota Takengon–Blangkejeren yang dapat digunakan oleh masyarakat Aceh Tengah dibuat menjadi dua jalur dengan pemilihan rute baru sehingga waktu perjalanan antar kota menjadi lebih singkat, dari 6 jam menjadi 3 jam. Jalan yang dibangun tidak hanya menjadi penghubung antar kota, namun juga menjadi alternatif transportasi dan logistik harian antara Kota Banda Aceh dan Kota Medan via jalur lintas tengah."Kedepannya jalur ini juga dapat digunakan untuk membantu suplai logistik apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah ini," pungkasnya. (BS03)