Satu dari Tiga Kawanan Penjambret HP Mahasiswa Polmed, Tewas Diamuk Massa

- Selasa, 08 November 2016 19:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112016/3519_Satu-dari-Tiga-Kawanan-Penjambret-HP-Mahasiswa-Polmed--Tewas-Diamuk-Massa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Dihajar Massa
Beritasumut.com-Satu dari tiga penjambret Handphone (HP) milik Muhammad Ali Siregar (19) mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed), tewas diamuk massa. Tiga penjambret usia remaja ini diamuk massa saat melakukan aksinya di Jalan Dr Mansyur, Kecamatan Medan Baru, Selasa (08/11/2016).

 

Dua remaja yang mengalami kondisi kritis adalah JH (16) warga Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia dan A (17) warga Simalingkar. Sedangkan penjambret yang tewas berinisial D (16) warga Simalingkar B, Gang Sekolah. Seusai diamankan petugas Polsek Medan Baru, tiga pelaku ini dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumut.

 

Kepada petugas Polsek Medan Baru, korban Muhammad Ali mengatakan, kejadian itu bermula saat dia keluar dari gerai salah satu minimarket yang ada di lokasi, usai dia berbelanja makanan ringan. Tak lama setelah keluar dari minimarket itu, tiga pelaku yang mengendarai satu kereta berbonceng 3 langsung merampas hape korban.

 

"Begitu saya keluar dari dalam minimarket itu, tiba-tiba pelaku datang dari arah Simpang Kampus dan langsung merampas hapeku," tutur Ali. Mengaku sempat terbengong, namun korban yang tak mau kehilangan barang miliknya langsung menarik baju salah seorang pelaku sambil berteriak minta tolong. Pelaku yang panik lantas terjatuh dari atas keretanya.

 

"Mungkin, karena bonceng tiga itu kendaraan yang digunakan pelaku tidak bisa langsung tancap gas. Alhasil, baju salah satu pelaku itu berhasil kutarik dan terjatuh," ujarnya. Setelah jatuh, sambung korban, warga sekitar langsung berkerumun dan memukuli pelaku sampai babak belur hingga satu di antaranya tewas mengenaskan. Sedangkan dua rekannya kritis.

 

"Satu pelaku tewas, dua lagi kritis bang. Itu karena warga sekitar memukulinya hingga babak belur. Soalnya di kawasan ini sudah sering kejadian pencurian dan penjambretan. Pelakunya selalu lolos, tapi kali ini tak lagi bisa lolos," sebutnya. Untungnya, masih kata dia, aparat kepolisian dari Polsekta Medan Baru, langsung tiba di lokasi kejadian. Sehingga dua dari tiga pelaku masih bisa diselamatkan nyawanya dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat pertolongan medis.

 

"Mungkin, jika polisi tidak datang ke lokasi, bisa saja ketiganya tewas dipukuli massa pada saat kejadian itu," tegas korban.

 

Hal senada juga diungkapkan Solihin, warga lainnya yang melihat aksi penjambretan itu. Menurut Solihin, ketiga pelaku itu sepertinya sedang belajar untuk menjambret. Namun nasibnya sangat apes. "Inilah hukum jalanan, hakimnya langsung menjatuhkan hukuman mati pada salah satu pelaku dan dua orang lainnya diganjar dengan hukuman seumur hidup. Artinya, sepanjang hidupnya, perbuatan ketiga pelaku ini tidak akan bisa dilupakannya sepanjang hidupnya. Mungkin saja pelaku yang masih hidup ini akan cacat permanen,” katanya.

 

Menurut Solihin, resiko dengan hasil dari pencurian yang dilakukan pelaku itu sangat tidak sebanding. "Resikonya mati atau kritis, padahal harga benda yang dicuri itu nilainya tidak sesuai. Ini kegagalan polisi dalam menjaga Kamtibmas di Medan. Termasuk para Orangtua, bisa disebut ini adalah kegagalan Orangtua dalam membina dan mengajari anaknya di rumah," ujar salah satu mahasiswa FISIP USU ini.

 

Sementara itu, Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic didampingi Kanit Reskrim Iptu Aryya Nusa Hendrawan dan Panit Reskrim I Ipda Galih Y Mubaroq beserta beberapa personel lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian guna mengamankan para pelaku dan membawa ke RS Bhayangkara.

 

"Tadi kita mendapat informasi adanya tiga pelaku perampokan HP dihajar massa. Mendapat informasi itu, kita langsung turun ke

lokasi kejadian. Namun satu dari ketiga pelaku ini tewas dihajar massa, sedangkan dua di antaranya masih hidup dan langsung kita amankan untuk mendapat perawatan medis dan selanjutnya kedua pelaku akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk korban sudah kita arahkan untuk membuat laporan pengaduan kepada petugas kita," kata Ronni Bonic di RS Bhayangkara Medan.

 

Pelaku berinisial JH saat diinterogasi petugas di RS Bhayangkara Medan mengaku, yang merampas hape milik korban adalah D sekaligus seorang joki kereta yang mereka kendarai.

 

"Yang rampas hape si D sekaligus joki kereta kami (Pelaku)," aku JH yang diketahui masih seorang pelajar Kelas 3 SMP. (BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TO Satres Narkoba Polrestabes Medan Semakin Eksis Edarkan Sabu di Jermal 7, Segera Ditangkap

Peristiwa

Jamin Pasokan Listrik Anti Padam, Premium Office Tower Podomoro City Deli Medan Hadirkan Solusinya

Peristiwa

Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola

Peristiwa

PN Medan Periksa Bukti Tambahan Gugatan Buruh PT Tor Ganda

Peristiwa

Tor Ganda Mangkir, Sidang Perdana Gugatan Pembatalan Perdamaian 34 Eks Pekerja Ditunda

Peristiwa

KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan