Beritasumut.com-Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Polda Sumut beberapa waktu lalu menangkap 7 Polantas. Seorang di antaranya yang diketahui Kepala Pos Lantas Hinai Resort Lantas, kabur ketika tim melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Kapolsek Medang Deras Resort Batubara, AKP Jhoni Andreas Siregar pun turut terjaring dalam Operasi Pemberantasan Pungli (OPP). Jhoni diduga saat itu tengah melakukan pemerasan terhadap pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pagurawan, Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Senin (24/10/2016) lalu. Dalam waktu dekat ini, Bid Propam Polda Sumut akan melakukan sidang terhadap yang bersangkutan."Saat ini, yang bersangkutan tinggal menunggu sidang," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting. Ditanya, Jhoni akan mengikuti sidang apa, disiplin atau kode etik, Rina belum mengetahuinya. Namun, Rina menegaskan, terhadap oknum Korps Tribrata yang melakukan tindakan pelanggara seperti Pungli, pasti akan ditindak tegas. Sementara itu, Kapolres Batubara, AKBP Bonaparte Silalahi yang disoal Kapolsek Medang Deras, AKP Jhoni Siregar lantaran terjaring OPP oleh Tim Saber Pungli bentukan Bid Propam Polda Sumut, dianggap santai dan seolah seperti guyonan. Sejatinya, Perwira Menengah (Pamen) itu tak bersikap demikian. Ketika ditemui di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Medan, beberapa waktu lalu, Bonaparte yang dicecar pertanyaan terkait anggotanya terjaring dalam OPP, justru mengajak wartawan bercanda. Awalnya, ketika ditanya apakah sudah mengetahui AKP Jhoni Siregar terjaring OPP, jawaban Bonaparte seperti sebelumnya. "Saya belum tahu, saya cek dulu ya," ujar Bonaparte. Lebih jauh, ketita meminta izin untuk kembali menghubunginya guna memastikan kabar itu, Bonaparte malah menjawabnya seperti dengan guyonan. "Izin pak, nanti sore saya hubungi lagi ya untuk memastikan kabar itu (AKP Jhoni terjaring OPP)," tanya wartawan. "Mau izin berapa hari," jawab Bonaparte. Tak berhenti di situ, saat ditanya apakah dia sudah ada berkomunikasi dengan oknum Korps Tribrata yang terjaring OPP itu, pucuk pimpinan di Polres Batubara tersebut malah menjawab dengan guyonan lagi. "Mau Tahu aja," ujar pria bertubuh gempal ini. Bonaparte kembali bercanda lagi saat wartawan melemparkan pertanyaan ulang mengenai kebenaran ditangkapnya AKP Jhoni Harahap saat menerima uang sebesar Rp500 ribu hasil pungli dari SPBU. Begitupun, setelah puas mengajak wartawan tertawa, Bonaparte kembali menunjukkan tingkah aneh, ketika ditanya dengan pertanyaan yang sama.Tingkah aneh dimaksud, Bonaparte meletakkan telunjuknya di bibirnya. Dan hal tersebut dilakukannya berulang-ulang saat mendapatkan pertanyaan yang sama.Ditanya apakah ada bertemu dengan AKP Jhoni, Bonapart mengakui, jika dirinya masih ada bertemu dengan yang bersangkutan. Namun saat ditanya mendalam mengenai praktik pungli sudah berapa lama, ia tak menjawabnya."Ada saya bertemu (Jhoni). Biasa saja (kondisi Jhoni)," pungkas Bonaparte.(BS04)