Beritasumut.com-Dengan membawa spanduk bertuliskan menolak relokasi dan pengawalan ketat petugas kepolisian ratusan pedagang tradisional Pancur Batu ini tiba di Kantor DPRD Deli Serdang, Kamis (3/11/2016). Dalam orasinya, ratusan pedagang ini menolak relokasi.“Kami menolak relokasi, hentikan premanisme,” ujar pedagang yang mengaku mereka tidak pernah setuju untuk direlokasi. “Buktikan sama kami pedagang yang setuju direlokasi, kami pedagang yang asli dan ada lossnya. Kami tidak pernah setuju untuk direlokasi, kami tidak pernah mengemis pemerintah untuk dibantu,” ujar para pedagang. Ratusan pedagang ini juga berharap agar para anggota dewan mendengarkan aspirasi mereka dan menindaklanjuti tuntutan mereka.“Bapak Ibu anggota yang terhormat anda dipilih bukan untuk mengejar proyek. Kami warga Deli Serdang, tapi mengapa kami ditindas, diperas. Bapak ibu anggota dewan bukan dilotere meski kami tidak mengenal Bapak Ibu dewan tapi tolong tindaklanjuti aspirasi kami. Pedagang yang sekarang berjualan di Pasar Tradisional Pancur Batu bukan pedagang asli, kami yang pedagang asli yang rela tutup demi menyampaikan aspirasi kami,” tegas pedagang. Ratusan pedagang ini pun ditemui Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Apoan Simanungkalit, Seketaris Komisi B DPRD Deli Serdang Tahan Sembiring, Simon Sembiring, Ketua Komisi C DPRD Deli Serdang Misnan Al Jawi. Di hadapan ratusan pedagang, Apoan Simanungkalit meminta 15 perwakilan pedagang untuk berdialog di Ruang Rapat Komisi B. (BS05)