Beritasumut.com-Kepolisian Resor (Polres) Binjai mengadakan kegiatan silaturahmi lintas sektoral bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), FKUB (Forum komunikasi Umat beragama) dan Ormas Islam, tokoh agama, serta tokoh Masyarakat, di Aula Catur Sakti Mapolres Binjai, Rabu (02/11/2016). Acara yang diadakan khusus untuk silaturahmi ini merupakan upaya kepolisian kota Binjai dalam rangka mewujudkan stabilitas Kamtibmas di Wilayah Hukum Polres Binjai. Dihadiri langsung oleh Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu, Walikota Binjai HM Idaham, Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, serta ratusan warga dari ormas Islam, juga membahas tentang tuduhan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Walikota Binjai HM Idaham, dalam ucapannya di depan ratusan hadirin, berharap agar kerukunan umat beragama tetap di jaga di kota Binjai. "Selain mengadakan Silaturahmi, Kita semua berkumpul disini untuk berdiskusi tentang kasus penistaan di surah Al-Maidah ayat 51. Kita berharap yang terjadi di Jakarta, tidak terjadi di kota Binjai. Kita punya persepsi yang sama, dimana yang benar kita katakan benar, begitupun sebaliknya," ucap Walikota dalam sambutannya. Dia menambahkan, "Kita juga berharap, agama Islam sebagai agama yang besar di negara kita, diharapkan bisa menjadi agama yang melindungi minoritas. Kita bertemu disini, dengan harapan kota kita ini menjadi kota yang dirahmati Allah SWT," tambahnya. Senada dengan Idaham, Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu juga meminta kepada seluruh warga Binjai, agar bersama-sama menjaga ke kondusifan kota Binjai. "Mari kita secara bersama sama menjaga stabilitas dan kekondusifan kota ini. Kita ciptakan satu misi dan misi, demi kemajuan kota Binjai," katanya. Sementara itu, Isabidin Guntur, salah seorang Etnis Tionghoa yang ikut hadir dalam acara tersebut, menjamin tidak terpengaruh dengan isu yang beredar di ibukota Jakarta. "Kami etnis Tionghoa di Binjai, tidak terpengaruh dengan yang ada di Jakarta. Saya jamin Binjai tetap aman dan kondusif apabila kita secara bersama sama menjaga kota kita. Ini bukan hanya tanggung jawab penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita bersama", ungkapnya. (BS08)