Beritasumut.com-Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), bersama KNCV dan Dirjen Pemasyarakatan dan Lapas melakukan screening (periksa) kesehatan terhadap 544 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II A Tanjung Gusta, apakah mengalami penyakit Tuberculosis (TB).“Ada 544 warga binaan yang dilakukan screening TB dengan 75 petugas,” kata Kalapas wanita klas II A Tanjung Gusta, Herlin Candrawati Bc IP SH MH, awal pekan ini. Menurut Herlin, adanya indikasi penularan TB di Lapas memungkinkan terjadinya penularannya. Karena telah terbawa warga binaan dari luar, atau warga binaan di dalam yang sudah tertular TB.“Harapan kami, dengan adanya mobile ronsen ini, sangat membantu untuk tindaklanjut pelayanan berikutnya,” ujarnya. Sementara lanjut dia, bila dari hasil pemeriksaan ada yang terindikasi TB, tetap dilakukan pemantauan. Sebab pengobatannya membutuhkan waktu sampai 6 bulan.“Kalau ada yang mengarah lebih serius, kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk menindaklanjutinya. Sampai warga binaan pulang, juga kita pantau agar tidak menularkan lagi,” imbuhnya. Karenanya, Herlin kembali menyampaikan harapannya agar adanya dukungan dan support dari Dirjen Pemasyarakatan dan kepedulian pemerintah daerah. “Makanya perlu sinergi untuk mengatasi hal ini,” katanya. Sementara itu, kordinator provinsi untuk KNCV Challenge TB dr Junida Sinulingga Mkes mengatakan, pemeriksaan atau screening dilakukan untuk mendapatkan apakah ada yang mengidap TB lalu diobati sampai sembuh, karena kalau tidak diobati bisa menularkan kepada yang lainnya.“Lapas termasuk tempat yang memiliki resiko tinggi untuk terjadinya penularan. Makanya perlu dilakukan pemeriksaan rutin. Kali ini kita kerjasama Challenge TB (CTB) dengan dinas kesehatan dan Dirjen Lapas,” jelasnya. Sedangkan untuk yang mengalami positip TB, sambungnya, diberikan pengobatan dan adanya dokter di Lapas yang sudah dilatih untuk melakukan pengobatan.“Kita tetap menjalin kerjasama, jika dibutuhkan CTB bisa memberikan bimbingan teknis,” pungkasnya. (BS03)