Beritasumut.com-Meski saat ini pemerintah dan pihak kepolisian terus menggalakkan pemberantasan Pungutan Liar (Pungli), namun nyatanya masih banyak aksi pungli, terutama yang dilakukan oleh preman di Kota Medan. Seperti yang terlihat di Jalan Baja II, tepatnya simpang empat Marindal.
Di kawasan ini, beberapa oknum pemuda dengan bebasnya memberi jalan kepada truk muatan lebih yang hendak masuk di kawasan Marindal. Dengan catatan para sopir truk memberi uang kepada para preman."Padahal di lokasi itu adanya pos penjagaan polisi, namun tidak pernah ditindak oleh penegak hukum di wilayah Patumbak," terang Amri, warga Marindal yang mengaku resah melihat ulah premanisme tersebut, Kamis (27/10/2016).
Amri berharap tim Pungli yang sudah dibentuk Polrestabes Medan dapat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), sehingga di lokasi ini tidak ada lagi aksi premanisme."Para oknum pemuda yang ada itu sudah dikordinir oleh orang lain untuk memantau pergerakan truk yang lewat dan keluar dari kawasan Marindal.Kami berharap tim dari Polrestabes Medan bisa turun ke sini," terangnya.
Dari aksi premanisme ini, lanjut Amri, perputaran uang yang dilakukan itu cukup banyak. "Dalam satu hari bisa 30 truk yang masuk untuk melakukan bongkar muat, maklum di Marindal banyak pabrik yang tidak terdata oleh dinas terkait," tuturnya.
Untuk itu, lokasi yang dilakukan buka tutup itu harus ditertibkan oleh polisi. Bukan wewenang oknum pemuda setempat itu melakukan buka tutup simpang empat Marindal. "Polisi harus menertibkan oknum pemuda yang sudah membuat resah pengguna jalan di kawasan Marindal," pungkasnya. (BS04)