Beritasumut.com-Niat hati ingin menjumpai calon istri, Nurmalina (30), warga Jalan Langgar, Gang 7, Medan, Puad Zebua, warga Jalan Marendal Pasar 3 Pantai Rambung malah babak belur usai diamuk warga.Pasalnya, Puad justru dituduh mencuri sepeda motor. "Awalnya saya ditelepon keluarga calon istri saya untuk datang ke rumahnya untuk membicarakan kekurangan uang mahar pernikahan saya sama Nurmalina.Saya pun datang ke rumah Nurmalina," ujar Puad menceritakan di Polsek Medan Area, Rabu (26/10/2016). Bukan sambutan hangat yang diterima, Puad malah dipukuli oleh keluarga Nurmalina. Tak tahan, Puad mengaku lari dari rumah calon istrinya. Saat itulah dia diteriaki maling sepeda motor. Warga yang mendengar teriakan salah seorang keluarga Nurmalina pun mengejar Puad dan memukulinya hingga babak belur. "Saya dipukul keluarga istri saya. Karena tidak tahan, saya pun lari. Begitu saya lari, saya diteriaki maling sama keluarga Nurmalina. Warga menangkap saya dan langsung menghajar saya.Untung, tak berapa lama petugas Polsek Medan Area tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," terang Puad dengan wajah sedih. Puad mengaku keluarga Nurmalina tidak senang dengan niat Nurmalina menjual sepeda motor Honda Beat-nya guna menambahkan uang mahar pernikahannya."Padahal masalah itu sudah kami bicarakan berdua. Bahkan selesai acara pernikahan kami, akan saya ganti sepeda motor Nurmalina. Ini kok malah keluarga Nurmalina membuat pengaaduan ke Polsek Medan Area, dengan alasan mempermainkan keluarga Nurmalina karena sudah menebarkan undangan pernikahan," sambung Puad. Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Cahyadi membenerkan ada anggotanya menangkap Puad Zebua. "Puad kini masih dalam pemeriksaan. Sementara korban yang didampingi, keluarganya membua pengaduan.Kita berharap kedua belah pihak bisa berdamai. Karena ini hanya, kesalahpahaman saja. Tapi kalau keluarga korban tidak mau berdamai, Puad Zebua terpaksa kami tahan," pungkasnya.(BS04)