Beritasumut.com-Para kerabat dan tetangga dari Indri Wahyuni (27), Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tewas ditembak pelaku bersenjata di kediamannya Jalan Bunga Raya, Komplek Torganda, Blok E, Nomor 21, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan ini semakin resah. Pasalnya, suami korban (Saiful Rizal), yang menjadi saksi kunci dari peristiwa penembakan tersebut tiba-tiba menghilang dan tak dapat dihubungi. "Yang kita lakukan sekarang ini adalah mencari dan menelusuri keberadaan suami korban dulu. Saya sudah minta tolong kepada teman-teman di Polda Aceh untuk membantu melacak dan menelusurinya. Namun, hasilnya juga belum tahu dimana keberadaan suami korban," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Komisaris Polisi (Kompol) Fahrizal kepada wartawan, Rabu (26/10/2016). Menurutnya, hingga saat ini, sejumlah kerabat korban maupun keluarga suami korban sudah didatangi polisi. Namun tidak ada satupun di antara mereka yang mengetahui keberadaan Saiful Rizal. "Jadi jangankan menemukan pelaku, keberadaan suami korban saja tidak diketahui di mana rimbanya. Sejak mengantarkan jasad istrinya ke Aceh, suami korban sudah tidak bisa dihubungi," jelas Kompol Fahrizal. Ditambahkannya, menghilangnya suami korban secara tiba-tiba membuat tim Polrestabes Medan dan Polda Sumut harus mengubah strategi penyelidikan. Sebab, petunjuk utama untuk mengungkap kasus itu satu-satunya adalah suami korban. Karena itu, polisi akan semakin sulit untuk mengungkap motif sebenarnya di balik peristiwa itu. "Belum diketahui motif dan siapa eksekutor yang menewaskan korban tersebut. Harapannya, hanya pada suami korban karena dialah yang melihat dan mengetahui siapa pelaku sebenarnya,” sebutnya. Dia menambahkan, hilangnya suami korban dari peredaran secara tiba-tiba mengindikasikan dugaan ada keterlibatannya dalam kasus tersebut. Apalagi dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan terjadinya penembakan itu karena utang piutang. "Senjata yang digunakan pelaku untuk menembak korban adalah jenis Bareta atau FN. Sebab, dari proyektil yang ditemukan di lokasi, kaliber senjata itu 9 milimeter," tegasnya. Sementara itu, warga sekitar Komplek Torganda juga meminta kepada polisi bisa menangkap pelakunya yang diduga dari aparat penegak hukum. "Kami yang tinggal di Komplek Torganda sudah cemas belum ditangkapnya pelaku yang main tembak di hadapan kelaurga korban dan masyarakat sekitarnya," ungkap warga. (BS04)