Beritasumut.com-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi demonstrasi guna menolak program studi Dokter Layanan Primer (DLP) di kantor Gubernur Sumut, Senin (24/10/2016). Beruntung, aksi ini tidak mengganggu aktifitas pelayanan kesehatan yang terdapat di rumah sakit (RS) di Medan. Di RSUD dr Pirngadi Medan, para pasien tidak ada yang mengeluhkan pelayanan dari para dokter. Bahkan, pasien mengatakan tidak mengetahui sama sekali adanya aksi unjuk rasa yang berlangsung."Nggak ada pelayanan yang terganggu, dokternya tetap ada. Malah kami tidak tau ada demo dokter," ungkap Jufri salah seorang pasien warga Jalan Sisingamaraja, Medan. Menanggapi itu, Kasubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin menyebutkan, terkait demo itu layanan kesehatan di RS milik Pemko Medan itu memang tidak ada yang terganggu."Tidak sampai mengganggu. Semua layanan yang ada, baik di IGD (Instalasi Gawat Darurat) hingga ruang rawat inap semuanya berjalan seperti biasa," jelasnya. Di tempat terpisah, Kasubag Humas RSUP Haji Adam Malik Sairi Saragih juga menyatakan layanan di RS milik Kemenkes tersebut juga tidak memiliki dampak apa pun. Bahkan, Sairi mengaku tidak mengetahui adanya aksi yang dilakukan dari profesi dokter tersebut."Di Adam Malik seperti biasa pelayanannya. Kita juga nggak ada dengar tentang dokter yang melakukan demo," jelasnya. Sementara itu, Direktur RS Imelda, dr L Imelda Ritonga mengatakan, meskipun aksi demonstrasi dari para dokter itu tidak sampai mengganggu pelayanan di RS nya, ia berpendapat jika prodi DLP tersebut kiranya perlu dipertimbangkan dahulu. Sebab, prodi tersebut kata dia, dapat memakan waktu yang lama untuk pendidikan profesi dokter."Baiknya dipikirkan dulu. Ketimbang menjalankan prodi ini, lebih tepatnya dilakukan saja pelatihan, workshop dan lainnya yang bisa mengangkat kualitas dokter," pungkasnya. (BS03)