Pos Retribusi di Binjai Tutup, Spanduk Anti Pungli Bertebaran

- Senin, 24 Oktober 2016 18:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/6572_Pos-Retribusi-di-Binjai-Tutup--Spanduk-Anti-Pungli-Bertebaran.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS08
Pos Retribusi yang beroperasi di Jalan Ir Juanda, kelurahan Mencirim, Binjai Timur
Beritasumut.com-Maraknya kasus pungutan liar (pungli) yang selama ini telah menggerogoti birokrasi kita, menjadi tantangan bagi instuksi Presiden RI Joko Widodo untuk memberantas Pungli hingga ke akar-akarnya. Instruksi Presiden Jokowi tentang pemberantasan pungli, memberikan pengaruh ke Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Binjai. Pantauan wartawan, Senin (24/10/2016), Pos Retribusi yang beroperasi di Jalan Ir Juanda, kelurahan Mencirim, Binjai Timur, terlihat sepi dan tutup. Tidak seperti biasanya, pos retribusi tersebut kini banyak di tempel spanduk anti pungli.

 

Disinyalir, sebelumnya pos retribusi tersebut telah banyak melakukan pungli. Terbukti, saat wartawan menyambangi pos tersebut, para supir banyak berhenti, guna menyerahkan sejumlah uang. "Tutup ya bang. Kok gak seperti biasanya," ungkap salah seorang supir Engkel roda empat yang membawa muatan keramik dari arah kota menuju Mencirim.

 

Saat ditanya berapa jumlah uang yang harus disetor ke oknum pegawai Dishub yang berjaga di pos retribusi, sang supir menjawab semuanya. "Truk seperti kami setiap kali melintas biasanya Rp 15 ribu, itupun nggak dikasih kertas bukti retribusi. Apalagi truk fuso atau tronton yang melintas, pasti lebih besar pungutannya," beber sang supir.

 

Tutupnya pos retribusi di Jalan Ir Juanda Binjai, membuat supir yang ingin menyerahkan sejumlah uang kepada oknum Dishub merasa bersyukur. Sebabnya, uang yang tadinya akan diberikan kepada oknum aparat Dishub Pemko Binjai, bisa menjadi miliknya.

 

"Biasanya setiap hari kalau kami melintas, wajib bayar di sini," ucap salah seorang supir yang ingin menyerahkan uang ke pos retribusi tersebut. Bahkan, timbangan yang di peruntukkan buat truk untuk menimbang muatannya, diberi tulisan "Timbangan Rusak".

 

Begitu juga dengan pos retribusi milik Dishub Binjai yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cengkeh Turi, Binjai Utara. Pos yang biasanya di peruntukkan untuk mengutip retribusi kelebihan muatan, juga terlihat tutup. Tidak ada satu orang pun petugas Dishub yang berjaga.

 

Saat wartawan mengonfirmasi ke kantor Dinas Perhubungan Pemko Binjai di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kebun Lada, Binjai utara, para pegawai Dishub mengatakan kalau pimpinan mereka sedang tidak ada di tempat.

 

"Pak Kadis sedang gak ada di kantor. Kabid perhubungan darat juga sedang keluar. Kalau nomor Handphone beliau kami nggak tahu," ucap beberapa pegawai Dishub Binjai yang enggan disebutkan namanya. (BS08)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut

Peristiwa

Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin

Peristiwa

Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan

Peristiwa

Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Peristiwa

Pimpin Rapat Kerja Perdana Tahun 2025, Walikota Binjai Tekankan Pentingnya Kerjasama Semua Pihak

Peristiwa

Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara