Terkait Penganiayaan Jurnalis, TNI AU Lanud Soewondo Dinilai Egois

- Jumat, 21 Oktober 2016 21:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/6582_Terkait-Penganiayaan-Jurnalis--TNI-AU-Lanud-Soewondo-Dinilai-Egois.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Korban saat membuat laporan penganiayaan ke POM TNI AU Lanud Soewondo.
Beritasumut.com-Penetapan status tersangka terhadap dua oknum pelaku penganiayaan sejumlah jurnalis saat melakukan peliputan di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia oleh Satuan POM TNI AU beberapa waktu lalu kini menjadi pertanyaan besar publik khususnya korban. Pasalnya, penetapan status tersangka itu tak menjelaskan identitas maupun satuan tugas kedua tersangka hingga sangat diragukan progres hukumnya.

 

Zulhery Sinaga selaku Praktisi Hukum di Sumut menyebutkan, menyangkut persoalan tersebut Institusi terkait yaitu TNI AU Lanud Soewondo seharusnya tak hanya mengedepankan dalil hirarki dalam hal penyampaian identitas tersangka pelaku penganiayaan.

 

"Semestinya setiap Institusi harus memahami UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sehingga bisa turut menyesuaikannya dengan berbagai hal menyangkut sistem fungsi tugas setiap anggota di Institusinya. Terlalu egois apabila hanya mengedepankan alasan sistem tugas dalam Institusinya untuk mengesampingkan keterbukaan informasi publik yang jelas-jelas dijelaskan dalam sebuah UU," paparnya, Jumat (21/10/2016).

 

Terlebih menurutnya, penyampaikan identitas tersangka itu dianggap perlu karena persoalan hukum yang terjadi dalam kasus penganiayaan tersebut juga menyangkut persoalan publik dan berhubungan dengan masayarakat sipil sebagaimana dijelaskan UU NO. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

 

"Kenapa perlu disampaikan ke publik, karena pada dasarnya persoalan yang terjadi dalam kasus penganiayaan itu juga berkenaan dengan masyarakat sipil dan lingkup publik, sehingga harus disampaikan sesuai ketentuan UU keterbukaan informasi Publik. Kalau sudah penetapan tersangka, seminim-minimnya informasi paling tidak menyebutkan inisial," tegasnya. 

 

Lebih lanjut ditambahkannya, Panglima TNI melalui Pangdam I/BB sudah saatnya menegaskan kepada seluruh jajaran personel dibawahnya untuk lebih terbuka terhadap kritik dan pertanyaan publik terlebih menyangkut permasalahan yang melibatkan anggota. Penegasan itu dirasa sangat penting dalam upaya penerapan dan implementasi UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik agar bermanfaat sebagai poin pembangun kinerja Institusi.

 

"Panglima TNI harus menegaskan kepada seluruh personel dibawahnya mengenai Keterbukaan Informasi Publik yang jelas-jelas diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008. Sehingga dalam penerapannya UU itu berfungsi sebagai pembangun kinerja Institusi TNI yang seharusnya tidak boleh 'militeristik' jika berhadapan dengan warga masyarakatnya sendiri," pungkasnya. (BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Batalyon Parako 463 Pasgat Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha

Peristiwa

Prabowo Perkuat Pertahanan Negara dengan Resmikan 204 Satuan Baru TNI

Peristiwa

Oknum TNI di Medan Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja

Peristiwa

Realisasikan Arahan Wali Kota, Kadin Medan Ajak UMKM Binaan Terjun Langsung di Bazar HUT ke-81 TNI

Peristiwa

Polrestabes Medan Gulung Sindikat Curanmor Libatkan Pecatan TNI, Dua Pelaku Ditembak

Peristiwa

PFI - Jurnalis Medan Doa Bersama untuk Lima Pewarta Foto yang hilang Kontak