Beritasumut.com-Rizki, bayi terlantar yang ditemukan di selasar (lorong) ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan Senin (03/10/2016) lalu, akhirnya diserahkan pihak Manajemen RS ke Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kota Medan. Hal ini ditegaskan Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin, Jum'at (21/10/2016). “Kemarin, Kamis (20/10/2016) sudah kami antarkan ke Dinsosnaker Kota Medan. Kondisi kesehatannya secara keseluruhan sangat bangus, bahkan sejak pertama kali ditemukan,” kata Edison. Lebih lanjut, Edison menegaskan terkait kondisi bayi saat ini bukan lagi merupakan kewenangan mereka. Dia juga menyatakan kalau hendak mengadopsi anak tersebut langsung berurusan sama Dinsosnaker Kota Medan. “Kalau mau adopsi kepentingannya harus jelas, cuma itu semua sama Dinsosnaker Kota Medan,” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Sosial Dinsosnaker Kota Medan, Zailun mengakui sudah menerima bayi tersebut. Selanjutnya, saat ini ujarnya, sudah dititipkan di Panti Asuhan Sace Of Soul (SOS). Zailun mengakui saat ini sudah ada satu orang yang mengajukan diri sebagai pengasuh sementara. Namun minat tersebut kata dia, masih harus diproses lebih lanjut.“Sedang kita proses, kita latih dulu baru kita kasihkan asesment. Kita berupaya bagimana kondisi anak ini nantinya semakin membaik,” ujarnya. Selain itu, Zailun juga mengakui tidak memiliki anggaran perawatan terhadap bayi itu. Karenanya, seluruhnya biaya akan ditanggung oleh pihak Pantai Asuhan yang dititipkan. Seperti diketahui, bayi tersebut ditemukan dibelakangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan, Senin (03/10/2016). Saat ditemukan kondisi bayi tersebut sehat, dan pelaku yang membuang bayi tersebut meninggalkan sepucuk surat dalam tas yang berada di samping bayi. Dalam surat tersebut pelaku meminta untuk merawat bayinya dengan baik dan jangan melapor kepada kepolisian. “Tanggal lahir 20 Agustus 2016. Maaf ya bu, saya tak sanggup untuk menghidupinya. Tolong jaga dia Bu dan Asuh seperti anak sendiri. Tolong jarang dilaporkan kepada polisi ya bu. Karena saya tidak punya alasan lagi. Daripada mati di tanganku lebih baik bersama ibu. Saya mohon bu tolong jangan lapor ke polisi. Semoga ibu panjang umur dan diberikan rizki yang melimpah” tertulis di surat tersebut. (BS04)