Jafar PSP3 Asal Sumut Itu Mengaku Hanya Bermodal 5 Juta Bangun Asahan

- Jumat, 21 Oktober 2016 06:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/8308_Ja--039-far-PSP3-Asal-Sumut-Itu-Mengaku-Hanya-Bermodal-5-Juta-Membangun-Asahan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Muhammad Jafar Hasibuan Juara II PSP3 Kemenpora 2016
Beritasumut.com-Muhammad Jafar Hasibuan warga Desa Sampuran Simarloting, Kecamatan Halu Sihapas, Kabupaten Padanglawas Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), adalah Juara II di ajang Pemuda Mandiri Perdesaan Tingkat Nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Atas prestasinya, dirinya akan menerima penghargaan dari Presiden Jokowi atas prestasinya di tingkat nasional, pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016 di Palangkaraya, Kalteng. 

 

Ja'far merupakan peserta angkatan 25 Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP3) asal Sumatera Utara (Sumut). Dia ditempatkan di Desa Silobaru, Kecamatan Silaulaut, Kabupaten Asahan. Di mana Desa Silobaru merupakan desa tertinggal yang sulit dijangkau karena akses jalan yang rusak dan berlumpur ketika pasang surut air laut.

 

Di desa tersebut, Jafar berhasil mengembangkan potensi hasil laut yakni udang halus atau terasi untuk dikenal luas masyarakat Indonesia. Jafar kemudian membuat konsep usaha Koperasi Silau Terasi dan berusaha agar terasi Silau itu mendapatkan ijin P-IRT dari Dinkes dan label halal dari MUI Sumut

 

"Saya melihat potensi daerah Asahan yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dan udang halus hasil tangkapan nelayan sangat baik. Dengan modal Rp5 juta dari Kemenpora, saya memberanikan diri membuat terasi dan mengajak masyarakat membangun koperasi silau terasi, dan dengan adanya label halal dan ijin P-IRT itu, terasi silau bisa diterima di seluruh masyarakat Indonesia," jelas pria kelahiran 1989 itu, Kamis (20/10/2016).

 

Produk terasi itulah yang dipamerkan dalam ajang Pemuda Mandiri Pedesaan (PMP) tingkat nasional tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat kemarin. Dengan semangat pantang menyerah akhirnya terasi itu diminati dan didistribusikan sampai ke luar negeri seperti Thailand dan Malaysia.

 

"Usaha ini jalan di akhir tahun 2015 dan alhamdulillah hingga saat ini terus berkembang dan kami pun bisa buat terasi sampai 3 ton dalam sehari, atau 60 ton dalam perbulan. Selain terasi, kita juga ada budidaya kepiting, pengolahan ikan, seni limbah laut seperti membuat hiasan dari kulit kerang dan di bidang pariwisata," imbuh Ja'far.

 

Dia berharap, usaha yang dilakukannya dapat bermanfaat besar meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah tersebut dan bisa menjadi inspirasi bagi semua pemuda yang ada di Indonesia, khususnya Sumut. "Saya mengucapkan terimakasih kepada gubsu yang peduli dengan pemuda, beliau memotivasi saya untuk berbuat lebih baik lagi ke masyarakat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa," tandasnya. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Diwarnai Dua Kartu Merah, PSMS Tumbangkan PSIS 2-1 di Stadion Utama Sumut

Peristiwa

Jamu PSIS, PSMS Andalkan Tuah Kandang dan Dukungan Suporter

Peristiwa

Cetak Empat Gol Tanpa Balas, PSMS Kudeta Persikad dari Puncak Grup A

Peristiwa

Pesta Gol di Stadion Utama Sumut, PSMS Libas Persiku 6-0

Peristiwa

Hadapi Persiku, PSMS Target Tiga Poin di Stadion Utama Sumut

Peristiwa

Arman Chandra Menerima IKAL Aceh untuk Memperkokoh Ketahanan Nasional