IDI Sumut Dengan Tegas Tolak Prodi DLP

- Rabu, 19 Oktober 2016 06:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/8820_IDI-Sumut-Dengan-Tegas-Tolak-Prodi-DLP.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
IDI.
Beritasumut.com-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara (Sumut) akan melaksanakan musyawarah wilayah (Muswil) untuk menetapkan dan memilih pemimpin baru di periode 2016-2019. Dalam Muswil tersebut, IDI Sumut juga akan menegaskan sikap mereka untuk menolak pemberlakuan Program Studi Dokter Layanan Primer (Prodi DLP) dalam dunia kedokteran.

 

Sekretaris IDI Sumut, dr Khairani Sukatendel SpOG menerangkan, penolakan terhadap Program Studi DLP itu sudah lama diperjuangkan oleh IDI. Menurutnya, melalui DLP tersebut, setelah menamatkan pendidikannya, dokter kembali diharuskan melaksanakan pendidikan intensif selama 2 tahun atau 4 semester.

 

"Untuk spesialis DLP baru mencakup dalam memberikan layanan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas. Kemenkes dan Kemendiknas beranggapan prodi DLP ini untuk mengurangi angka rujukan dari FKTP ke rumah sakit. Padahal, perlu peningkatan kualitas bukan menambah prodi baru, jadi tamatan prodi DLP setara dengan dokter spesialis,” ujar dr Khairani, Selasa (18/10/2016).

 

Oleh karenanya, tegas Khairani, IDI sepakat menolak prodi DLP dan pihaknya telah melakukan judicial review UU Kedokteran namun ditolak. Namun, saat ini legislatif melakukan review dan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Komisi IX DPD RI agar UU ini direvisi dan meminta kepada Kemenkes dan Kemendikbud agar menunda prodi DLP  sampai keluarnya peraturan.

 

Bahkan, lanjutnya, dengan adanya prodi DLP ini, bisa membuat perpecahan para dokter. Karenanya IDI se-Indonesia akan melakukan aksi damai nantinya untuk menolak program studi ini.“IDI Sumut akan melakukan aksi damai di kantor Gubsu, 24 Oktober nanti dalam rangka menolak dilaksanakannya prodi DLP,” tukas Khairani.

 

Selain itu, sebelum dilaksanakannya Muswil itu, timpal Khairani, IDI juga akan melaksanakan bakti sosial pengobatan bagi pengungsi Sinabung yang ditangani dokter spesialis paru, spesialis penyakit dalam, spesialis THT dan lainnya serta memberikan bantuan berupa family kid atau matras.

 

“Sabtu-nya dilakukan diskusi panel dan interaktif tentang akreditasi FKTP dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. IDI mendukung karena selama ini ada tudingan, dokter di layanan primer tidak cakap dalam pemeriksaan karena tingginya angka rujukan ke rumah sakit,” ujarnya.

 

Acara yang mengusung tema Dokter Bermartabat Masyarakat Sehat itu, sambung Khairani juga dilaksanakan diskusi panel, LPJ pengurus IDI Sumut periode 2013-2016 juga rencananya dihadiri Ka BPJS divre I Sumut Aceh, Ketua Asosiasi Klinik Pusat, IDI Cabang dan lainnya.

 

Sementara itu, Ketua IDI Sumut dr Suhelmi SpB mengatakan dalam Muswil yang dilaksanakan 21 sampai 23 Oktober di Hotel Sibayak rencananya akan dibuka oleh Bupati Karo dan juga dihadiri Ketua PB IDI.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Dokter di Rumah Sakit Pirngadi Medan Keluhkan Ketersediaan Obat

Peristiwa

Kerjasama RS Adam Malik Medan dan Dokter Arab Saudi, 25 Anak Kelainan Jantung Dioperasi

Peristiwa

Kerjasama RSUPHAM dan Dokter Arab Saudi, Sepuluh Operasi Bedah Jantung Berhasil Dilakukan

Peristiwa

Keluhkan Penanganan Dokter Bedah di RSU Vina Estetica, YNSL Mengaku Korban Malpraktik

Peristiwa

Program Beasiswa Magister Ilmu Kedokteran USU Berjalan Baik, Pj Gubernur Hassanudin Harapkan Hasilnya Maksimal

Peristiwa

Begal Kembali Berulah, Ban Mobil Dokter yang Terparkir di RS Adam Malik Dicuri