Kasus Demam Berdarah Tinggi, Kepling Diminta Ajak Masyarakat Lakukan PSN

- Selasa, 18 Oktober 2016 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/1855_Kasus-Demam-Berdarah-Tinggi--Kepling-Diminta-Ajak-Masyarakat-Lakukan-PSN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Penyakit Demam Berdarah.
Beritasumut.com-Dari semua kabupaten/kota di Sumatera Utara, Kota Medan menduduki peringkat tertinggi kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut data Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut), sebanyak 1.165 orang penderita serta 5 diantaranya meninggal dunia terjadi di Kota Medan.

 

Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) dr Delyuzar mengatakan, untuk menekan angka penyakit DBD ini, langkah yang paling efektif adalah dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Namun untuk ini, ungkap Delyuzar, diperlukan kesadaran masyarakat untuk melakukannya.

 

Dalam, menciptakan kesadaran tersebut, sambung Delyuzar, peran serta Kepala Lingkungan (Kepling) di kelurahan sangat besar. Karena untuk melakukan PSN itu, masyarakat menurutnya perlu digerakkan."Kepling harus mengajak masyarakat melakukan PSN ini. Karena merekalah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujar Delyuzar, Selasa (18/10/2016).

 

Delyuzar menjelaskan jika PSN itu harus dapat dilakukan setiap hari. Mengingat, di Kota Medan belakangan ini, hujan hampir selalu terjadi di setiap malam hari."DBD itu umumnya terjadi di daerah kumuh dan tidak ada kesadaran masyarakatnya. Apalagi saat ini musim hujan, sehingga akan banyak tercipta tampungan air," jelasnya.

 

Untuk itu, tambah, Delyuzar, Dinas Kesehatan harus berkordinasi dengan pihak Kecamatan atau Desa. Dengan itu, selanjutnya, unsur pemerintahan dapat dengan rutin mengajak warga melakukan PSN guna menekan angka DBD tersebut."Dinas Kesehatan kan tidak bisa bekerja sendiri. Selain kepling, lurah, PKK, LKMD bahkan remaja mesjid pun harus ikut mengajak masyarakat dalam melaksanakan PSN," terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, drg Usma Polita menyatakan, penyebab penyakit DBD bisa begitu tinggi di kota ini dikarenakan, jumlah penduduknya yang padat dan banyaknya bangunan tinggi, sehingga nyamuk Aedes Aegypti dapat dengan mudah berkembang biak. Disamping, sambung Usma, adanya faktor lain seperti prilaku masyarakat.

 

Untuk itu, Usma menyebutkan, hal yang paling efektif dapat dilakukan adalah dengan melakukan PSN. Seperti menguras dan menutup tempat penampungan air, serta menanam barang-barang bekas serentak yang berkesinambungan."Kita lakukan bersama masyarakat pemerintah dan swasta. Ketika sakit segara datangi Puskesmas terdekat dan laporkan untuk difoging. Selain itu diminta seluruh sarana pelayanan dapat melaporkan kasus DBD," pungkasnya.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Jumlah Kasus DBD di Sumut Mencapai 8.963 Orang

Peristiwa

Wabah KLB Malaria dan DBD di Nisel Diperpanjang hingga Akhirnya Desember

Peristiwa

Jumlah Kasus DBD di Sumut Meningkat Menjadi 5.853

Peristiwa

Delapan Orang Meninggal, Nias Selatan Darurat Wabah DBD dan Malaria

Peristiwa

Dinas Kesehatan: Penyebaran Nyamuk Wolbachia Belum Dilakukan

Peristiwa

Hingga Agustus, Kasus DBD di Medan Mencapai 1.357 Orang