Kasrem 033/Wira Pratama Hadiri HUT ke-15 Kota Otonom Tanjungpinang

- Selasa, 18 Oktober 2016 04:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/3223_Kasrem-033-Wira-Pratama-Hadiri-HUT-ke-15-Kota-Otonom-Tanjungpinang.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Otonom Tanjungpinang ke-15.
Beritasumut.com-Korem 033/WP Kasrem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Faharuddin menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Otonom Tanjungpinang ke-15, Senin (17/10/2016).Adapun tema pada peringatan hari jadi Kota Tanjungpinang tersebut adalah 'Satukan Tekad Wujudkan Tanjungpinang Gemilang'. 

 

Tanjungpinang adalah Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia, yang terletak di koordinat 0º5′ lintang utara dan 104º27′ bujur timur, tepatnya di Pulau Bintan.Kota Tanjungpinang juga sebagai kedudukan Korem 033/Wira Pratama tepatnya di Bt 14 JlnSei Timun Senggarang Tanjungpinang Kepri. 

 

Tanjungpinang Sebagai daerah kepulauan mempunyai akses Transportasi seperti Pelabuhan Sri Bintan Pura dan memiliki kapal-kapal jenis feri dan feri cepat (speedboat) untuk akses domestik ke pulau Batam dan pulau-pulau lain seperti kepulauan Karimun dan Kundur, serta kota-kota lain di Riau daratan, di samping itu juga merupakan akses Internasional ke negara Malaysia dan Singapura.

 

Berdasarkan Sulalatus Salatin kawasan kota ini merupakan bagian dari Kerajaan Melayu, setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugal, Sultan Mahmud Syah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Malaka. Kemudian menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor, sebelum diambil alih oleh Belanda terutama setelah Belanda menundukan perlawanan Raja Haji Fisabilillah tahun 1784 di Pulau Penyengat.

 

Pada masa kolonial Belanda, Tanjungpinang ditingkatkan statusnya menjadi pusat pemerintahan dari Residentie Riouw pemerintah Hindia-Belanda. Kemudian di awal kemerdekaan Indonesia, menjadi ibu kota Kabupaten Kepulauan Riau. 

 

Setelah menjadi Kota Administratif–Kabupaten Kepulauan Riau hingga tahun 2000, berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2001, pada tanggal 21 Juni 2001, statusnya menjadi Kota Tanjungpinang. Pusat pemerintahan yang semula berada di pusat Kota Tanjungpinang di pemukiman padat penduduk kemudian dipindahkan ke Senggarang (bagian utara kota) sebagai pusat pemerintahan. Hal ini ditujukan untuk mengimbangi kesenjangan pembangunan dan kepadatan penduduk yang selama ini berpusat di Kota Lama (bagian barat kota). (Rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pelindo 1 Tanjungpinang Salurkan Pinjaman Modal Usaha untuk Pelaku UMKM Total Rp 275 Juta

Peristiwa

Kogabwilhan-I Resmikan Kantor IKKT Cabang BS XI di Tanjung Pinang Riau

Peristiwa

Panglima TNI Bakal Terima Gelar Dato Sri Satria Digjaya Negara dari Lembaga Adat Melayu Riau

Peristiwa

Pelindo 1 Mou Pariwisata dengan Pemko Tanjungpinang

Peristiwa

Peringati Hari Juang Kartika, TNI Gelar Upacara di Kota Tanjungpinang