Tak Makan dan Tak Minum, Barus Dibuang Ayah Kandung dan Ibu Tiri di Fly Over Amplas

- Minggu, 16 Oktober 2016 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/7877_Tak-Makan-dan-Tak-Minum--Barus-Dibuang-Ayah-Kandung-dan-Ibu-Tiri-di-Fly-Over-Amplas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Chandra Barus, anak yang dibuang oleh ayah kandung dan ibu tirinya.
Beritasumut.com-Chandra Barus, bocah berusia 9 tahun ini mengalami nasib yang memilukan. Dia dibuang oleh ayah kandungnya Balem Barus dan ibu tirinya Putri Lenta boru Sagala di sekitaran Fly Over Amplas, Jumat (14/10/2016) kemarin.Sejak ditinggal beberapa hari lalu, Chandra tak makan dan minum.

 

Dua penarik becak, Edi dan Mulyono yang biasa mangkal di sana meras iba melihat Chandra yang terlihat kebingungan tak tahu mau ke mana, Minggu (16/10/2016). Lantas, keduanya memanggil Chandra. Edy dan Mulyono kemudian menanyakan asal usulnya sembari memberi Chandra makan. 

 

Mendengar kisah bocah yang mengenakan kemeja kotak-kotak itu, Edy dan Mulyono memutuskan untuk mengantarkannya ke Polsek Patumbak."Pertama, kami tengok dia (Chandra) macam kebingungan gitu. Nggak tau dia di mana. Terus, kami panggil dia. Kami tanya-tanya dia. Jadi, dia (Chandra) bilang kalau dia dibuang dan ditinggal gitu aja sama bapak kandungnya dan mamak tirinya. Terus dia bilang belum makan, kami belikanlah dia makan. Sambil makan, kami tanyai pelan-pelan. Mendengar cerita dia, jadi kami bawa ke mari (Polsek Patumbak) dia. Biar dibantu pak polisi, supaya dia bisa pulang ke rumahnya," kata Edy dan Mulyono di Mapolsek Patumbak.

 

Chandra kepada polisi bercerita, setelah ibu kandungnya meninggal dan ayahnya kawin lagi, dia tinggal bersama opung (nenek)-nya boru Situmorang di Kampung Sonai, Sidikalang, Dairi. Dia kemudian dijemput ayah dan ibu tirinya dan untuk dibawa ke rumah orang tuanya itu. Namun, sayangnya Chandra tidak ingat alamat rumahnya. "Aku nggak tahu di mana alamatnya," akunya polos.

 

Selama tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya, bukannya bahagia yang diterimanya, melainkan siksaan. Padahal, kata Chandra, dia rajin melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu, cuci piring dan sabagainya. "Kalau aku lagi main-main, aku dimarahi, dijewer telinga saya, ditampar, dan dipukuli. Bahkan, tanganku pun pernah disayat pakai pisau sama mamak tiriku," keluhnya.

 

Terakhir, pada Jumat kemarin, Chandra dibawa ayah kandung dan ibu tirinya ke Medan. Namun sesampainya di Simpang Amplas, tepatnya di bawah Fly Over Amplas, tiba-tiba Chandra diturunkan dari angkutan kota (angkot) yang mereka tumpangi.Diapun tidur di bawah jembatan layang itu. "Nggak makan, nggak minum. Nggak dikasih uang sama bapak," katanya lagi.

 

Sementara itu, petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Patumbak terlihat bingung ketika menyambut kedatangan Chandra."Wah ini paling-paling diserahkan ke Komnas Perlindungan Anak," ucap salah seorang petugas.(BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Meresahkan Warga, Polsek Patumbak Tangkap Pengedar Sabu

Peristiwa

Polsek Patumbak Tegaskan Netralitas dalam Pemilu 2024

Peristiwa

Empat Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Amplas Ditangkap

Peristiwa

Polsek Patumbak Tembak Dua Begal di Medan Amplas

Peristiwa

Polsek Patumbak Ringkus Dua Maling Kabel Rumah Warga

Peristiwa

Korban Pembacokan di Amplas Kritis, Pelaku Ditangkap dengan Pengawalan Ketat