Beritasumut.com-Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia atau yang kegiatannya dinamakan 'Gerakan 21 Hari' diperingati oleh siswa-siswa di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya di SD Negeri No 112139 Rantauprapat, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara. Menurut Siti, Melalui Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia yang merupakan juga salah satu program kerja Tim Penggerak PKK tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang senantiasa memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya bagi siswa-siswi Sekolah Dasar dan juga Anak Taman Kanak-Kanak maupun Anak PAUD untuk membudayakan mencuci tangan pakai sabun, ini adalah sebuah perilaku yang sederhana namun dampaknya luar biasa terhadap kesehatan kita. "Budaya perilaku hidup bersih dan sehat tentunya harus didukung oleh lingkungan sehat, hal ini harus dimulai dari diri pribadi serta keluarga dan lingkungannya, jika sudah terlaksana, dengan sendirinya anak-anak tentu akan ikut membudayakan cuci tangan untuk menjaga kesehatannya sendiri," ungkap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu Hj Siti Awal Siregar di hadapan ratusan Dokter Kecil dan Siswa Sekolah Dasar (SD), seperti dilansir dari laman resmi labuhanbatukab.go.id, Sabtu (15/10/2016). “Cuci Tangan Pakai Sabun adalah salah satu kegiatan untuk hidup sehat yang merupakan upaya mengurangi tingkat kematian pada anak-anak yang masih kecil, mencegah penyakit seperti Diare, Ispa, Penyakit Kulit dan lainnya, untuk itu kegiatan seperti ini oleh Pemerintah dan seluruh dunia melaksanakannya yang dicanangkan atau diperingati setiap tanggal 15 Oktober," sambung Siti lagi. Sementara itu, Kadis Pendidikan Labuhanbatu yang diwakili Kabid SD Misbahuddin mengatakan, sebagai pendidik atau stake holder yang ada di Kabupaten Labuhanbatu kiranya dapat mengimplementasikan kegiatan ini ke 281 SD Negeri/Swasta yang ada di daerah ini. "Hari Cuci Tangan Se-Dunia ini adalah yang dicanangkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) Sembilan tahun yang lalu yang diperingati setiap tanggal 15 Oktober, dari sini dapat kita simpulkan bahwa anak-anak didik kami sebagai pemula, sebagai awal kami akan bekali dan kami akan terapkan bahwa kita akan senantiasa cuci tangan pakai sabun, karena sama-sama kita ketahui sumber penyakit itu pintu gerbangnya salah satu dari tangan," pungkasnya. (BS02)