Beritasumut.com-DPRD kota Binjai yang diwakili Komisi B berangkat ke Jakarta guna untuk berkonsultasi ke Kementerian Sosial dan Kementerian Perindustrian.Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi B Jonita Agina Bangun, selain berkonsultasi juga akan mempelajari payung hukum untuk bantuan fisik bagi warga yang terkena musibah bencana alam. "Kita berkunjung ke Kementerian Sosial, guna membahas tentang bencana alam. kita berharap agar bencana alam di Binjai jangan hanya mendapat bantuan makanan dan minuman, tetapi juga mendapatkan bantuan fisik untuk perbaikan rumahnya," ungkap Jonita saat dikonfirmasi wartawan via telepon seluler, Kamis (13/10/2016). Selain berkunjung ke Kementerian Sosial, para rombongan juga akan melanjutkan kunjungan ke Kementerian Perindustrian, untuk melihat dan mempelajari, sejauh mana kebijakan Pemerintah terkait produk ber-SNI."Kita sudah mengetahui bahwa PT Tunggal Jaya yang ada di kota Binjai, banyak menjual produk/sparepart yang tidak ber-SNI. Selain itu, Ponsel Hawaii juga menjual produknya tanpa memiliki sertifikat Postel. Hal itu tersebut pasti merugikan konsumen, khususnya warga Binjai," beber Jonita. Sebelumnya, Komisi B DPRD Binjai, bekerjasama dengan Deperindag Kota Binjai, melaksanakan inspeksi mendadak ke toko-toko penjual ponsel dan gudang sparepart yang ada di Kota Binjai. "Untuk sertifikasi Postel, hal itu telah diatur dalam peraturan agar pelaku usaha penjual ponsel dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan, sehingga konsumen tidak dirugikan.Tanpa ada sertifikasi tersebut, diduga para pelaku usaha ini menjual produk asli palsu (aspal). serta perlunya SNI, agar dapat dipertanggungjawabkan. Itulah sebagai jaminan kepada masyarakat," pungkas Jonita.(BS08)