Beritasumut.com-Pemerintah Kota Medan melalui Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan, Armansyah Lubis menyatakan menolak memberikan bantuan kepada International Organization for Migration (IOM).Kata Armansyah, warga Kota Medan menilai Pemko tak adil dengan pemberian bantuan ke pengungsi. Pasalnya, warga Kota Medan masih membutuhkan bantuan dari pemerintah. “Jujur saja. Karena IOM mendatangi saya dan tak mendapatkan solusi. Mereka (IOM) menjumpai Pak Wakil. Tapi saya sudah sampaikan ke Pak Wakil tentang kondisi ini. Masyarakat marah kenapa pengungsi dibantu. Masyarakat tidak mau tahu akan hal ini kami akan jadi serangan nantinya," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Komisi A DPRD, Imigirasi, Aliansi Masyarakat Pribumi, Pemko Medan, Lembaga IOM, Wakil Ketua Komisi A Andi Lumbangaol serta anggota lain Umi Klasum dan Hj Hamidah, Rabu (12/10/2016). Armansyah menjelaskan bentuk permintaan IOM yakni pengungsi meminta bantuan fasilitas tenaga kerja bahasa Inggris kepada anaknya. Lalu, meminta kerja sama mencari penampungan lagi. Akibat ini, warga yang berada di tujuh lokasi penampungan melakukan protes.“Saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh warga bahwa dana penampungan pengungsi bukan menggunakan dana APBD. Terkadang masyarakat berpikir kita menggunakan dana APBD Kota Medan karena mereka bisa hidup enak dikota ini," terangnya. Bahkan, lanjutnya, pihaknya sudah berungkali meminta IOM agar menyampaikan kepada publik bahwa pengungsi ini mendapat bantuan dari kehidupan berasal dari IOM. “Masyarakat sudah resah atas keberadaan pengungsi ini.Dan saya sudah melihat langsung bagaimana kehidupan mereka yang terlalu enak di Kota Medan, tapi berungkali saya minta IOM menyampaikan kepada publik atas bantuan kehidupan yang didapatkan serta bukan dari Pemko Medan, tapi sampai sekarang IOM tidak mau,” tegasnya yang langsung menyebutkan beberapa lokasi di kawasan Tomang Elok, Jalan Setia Budi dan lainya para pengungsi secara perlahan sudah membaur kepada masyarakat.(BS03)