Listrik Kembali Byar-pet Memancing Kemarahan Masyarakat

Herman - Selasa, 11 Oktober 2016 14:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102016/6142_Listrik-Kembali-Byar-pet-Memancing-Kemarahan-Masyarakat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

Beritasumut.com-PLN Sumatera Utara (Sumut) kembali berulah melakukan pemadaman bergilir di Kota Medan. PLN melakukan pemadaman di saat masyarakat sedang melaksanakan ibadah shalat Maghrib.Pemadaman yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Ketiadaan informasi yang disampaikan, mengapa PLN melakukan pemadaman sering terjadi sebulan terakhir terutama di saat umat muslim melaksanakan shalat maghrib."Kemarahan masyarakat dianggap hanya angin lalu yang tidak mendapat tanggapan serius dari pejabat PLN Sumut. Respon yang diberikan PLN sangat jauh dari harapan masyarakat, bahkan sengaja memancing kemarahan masyarakat dengan melakukan pemadaman pada saat momen sakral ibadah keagamaan. PLN paham betul masyarakat sangat ketergantungan terhadap listrik, sehingga mau tidak mau harus pasrah terhadap pemadaman yang terjadi," ungkap Padian Adi Siregar, Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut dalam keterangan persnya kepada wartawan, Selasa (11/10/2016).Permasalahan pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Sumut, katanya, telah anti-klimaks karena hampir semua upaya telah dilakukan masyarakat Sumut mulai protes atau demo hingga gugatan hukum.Tetapi PLN tidak kunjung mengakhiri pemadaman bergilir, padahal pembangkit baru telah dibangun dan disewa untuk mengatasi krisis listrik di Sumut. Perbaikan pembangkit yang rusak selalu menjadi alasan klasik disinyalir petinggi PLN sedang mencari kambing terhadap kegagalan manajemen PLN Sumut."Sikap petinggi PLN Sumut yang tidak memiliki nurani terhadap penderitaan masyarakat seharusnya mendapat perhatian serius dari Gubernur dan tokoh agama. Karena PLN telah sengaja memancing kemarahan masyarakat Sumut dengan melakukan pemadaman bergilir secara terus menerus di waktu melaksanakan ibadah," sebutnya.Tokoh agama, sarannya, diharapkan mendesak Gubernur memanggil dan menghimbau PLN tidak melakukan pemadaman pada saat umat beragama sedang beribadah.DPRD Sumut juga diharapkan harus berperan aktif melakukan tekanan terhadap PLN Sumut agar bersikap profesional dengan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, DPRD harus menyampaikan aspirasi masyarakat Sumut yang selama bertahun-tahun mengalami penderitaan akibat pemadaman bergilir."Sebagai wakil rakyat harus memiliki kepekaan sosial untuk bertindak untuk kepentingan rakyat," sebutnya.Idealnya, kata Padian, PLN harus bersikap profesional dan memiliki tanggungjawab sosial kepada pelanggan. Selama ini PLN hanya mementingkan aspek bisnis semata, pelanggan dipaksa harus membayar tagihan tepat waktu dan apabila terlambat didenda. Tetapi, PLN tidak memberikan kompensasi tagihan atau ganti rugi apabila melakukan pemadaman bergilir secara sporadis dan berkepanjangan."Maka, PLN harus lebih terbuka terhadap kritikan positif dari masyarakat untuk perbaikan pelayanan kelistrikan yang lebih baik," pungkasnya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Tak Ada Pemberitahuan, Listrik Padam 3 Jam saat Warga Tertidur

Peristiwa

Seharian Listrik Padam, PLN Dituding Berbohong

Peristiwa

PLN: Hari Ini Masih Ada Pemadaman Listrik

Peristiwa

GP Ansor Minta PLN Jangan Padamkan Listrik Selama Bulan Ramadhan

Peristiwa

Tarif Listrik Dipukul Rata, Pasti Memberatkan

Peristiwa

Dapat Tambahan Rp7 Triliun, KESDM: Subsidi Listrik Tahun 2017 Jadi Rp51 Triliun