Beritasumut.com-Dua dari 330 jamaah haji asal Kabupaten Asahan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 15 masih belum bisa pulang ke Kabupaten Asahan usai melaksanakan ibadah haji. Pasalnya keduanya dinyatakan sakit dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji Medan. "Ada dua jamaah haji kita belum bisa dipulangkan karena kondisinya tengah dirawat di rumah sakit Haji Medan. Yakni Hj Ummi Kalsum dan Hj Djunaidah," kata Kepala Seksi Haji dan Umroh, Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Jamaluddin dilansir dari laman resmi asahankab.go.id. Jamaluddin juga melaporkan bahwa rombongan jamaah haji Asahan ada yang meninggal usai menyelesaikan rukun hajinya, Yakni Muhammad Soleh Pane Bin Paringgonan, warga Kecamatan Tinggi Raja tutup usia 78 tahun. Sementara itu, mewakili ratusan jamaah haji, Drs H Mapilindo menyampaikan kesan dan pesan kepada Pemkab Asahan yang telah memfasilitasi keberangkatan dan kepulangan jamaah haji.“Kita ucapkan terimakasih kepada Pemkab Asahan yang telah membantu kepergian dan penjemputan. Karena didaerah lain masih ada jamaah yang dikenakan biaya atas transportasinya,” ungkap Mapilindo. Kemudian Mapilindo menyatakan akan memberikan bantuan berupa infaq untuk Masjid Agung Kisaran. Hal ini dilkukan atas kesepakatan jemaah Asahan, agar infaq yang diberikan dapat digunakan untuk perpustakaan majid.“Hal ini kita lakukan agar ilmu Al Islaman tetap dapat diakses di perpustakaan di MAsjid Agung Kisaran,”cetus Mapilindo. Mewakili Bupati Asahan, Sekretaris Daerah (Sekda) Asahan, Drs Sofyan MM menyebutkan kepada seluruh jamaah dan pihak keluarga untuk selalu bersyukur atas kepulangan jamaah haji dengan selamat. Dan selama menunaikan ibadah haji pasti ada persoalan serta kekurangan, namun semua itu ambil hikmahnya.“Jangan lagi dikaji kekurangan yang ada. Tapi mari kita tingkatkan silaturahmi antara kita. Dan kita akan terus tingkatkan serta perbaiki pelayanan penyelenggaran haji berikutnya," pungkas Sofyan. (BS02)