Beritasumut.com-Ratusan pengunjukrasa dari DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumatera Utara mendesak pemerintah untuk segera melakukan percepatan relokasi tahap III dan pembebasan lahan produksi untuk lahan relokasi. Desakan tersebut disampaikan saat Pospera Sumut menggelar aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Dipanegoro Medan, Selasa (04/10/2016). Dalam aksi yang dipimpin Saddam dan Riko, Pospera Sumut menilai bahwa dampak dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo sangat besar terhadap masyarakat yang tinggal di zona gunung tersebut. Sehingga memaksa warga sekitar untuk mengungsi ke daerah lain yang lebih aman. "Dampak lain yang diakibatkan dari erupsi Gunung Sinabung, banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian serta anak-anak yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah karena berbagai alasan," ujar Saddam, pemimpin aksi. Senada dengan Saddam, Riko juga mengungkapkan kalau saat ini warga tidak lagi memiliki biaya untuk pendidikan. "Nggak ada biaya, jarak dari tempat pengungsian ke sekolah terlalu jauh," ungkap Riko. Melihat kondisi ini, ungkap Saddam, Pospera Sumut menganggap bahwa pemerintah daerah kurang tanggap dan kurang memperhatikan para pengungsi Sinabung tersebut. "Oleh karena itu, Pospera Sumut menyampaikan sikap agar percepat relokasi tahal III dan pembebasan lahan produksi untuk lahan relokasi. Kita juga menuntut kepastian penanganan pengungsi relokasi tahap-tahap yang tidak masuk kuota sejumlah 163 KK. Stop pembangunan sekolah di zona bahaya lingkar Sinabung," tandasnya. (BS03)