Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi menegaskan PDAM Tirtanadi Sumatera Utara harus dapat mencapai target cakupan pelayanan air minum di Medan sebesar 85 persen sebelum tahun 2019. Hal itu ditegaskan Gubsu pada acara puncak HUT ke 111 PDAM Tirtanadi di halaman kantor itu Jalan SM Raja No. 1 Medan, Minggu (02/10/2016). Puncak acara itu diawali dengan gerak jalan santai yang dibuka dan diikuti Gubsu beserta keluarga besar PDAM Tirtanadi. Hadir di sana Ketua Dewan Pengawas PDAM TirtanadiHasban Ritonga, Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Direktur Air Minum Delviyandri, Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution, Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian, mantan Dirut PDAM Tirtanadi Kumala Siregar dan mantan Direktur Operasi Nelson Parapat. Pada acara itu juga Gubsu meresmikan peluncuran 'Loket Pelayanan Mobil Keliling' yang berfungsi untuk pembayaran rekening, pengaduan pelanggan dan pendaftaran sambungan baru. Juga Halo Tirtanadi 1500-922 dan www.pdamtirtanadi.co.id. "Tujuannya untuk tercipta Pelayanan air terpercaya ekonomis dan aman, yang disingkat PATEN," ujar Gubsu. Dalam kesempatan itu Erry didampingi isterinya Ny Hj Evi Diana Erry langsung mencoba dengan membayar rekening air rumahnya di loket pelayanan mobil keliling tersebut. Diketahui atas nama Erry Nuradi beralamat Jalan Villa Gading Mas membayar tagihan senilai Rp409.962. Sementara Sekda Hasban Ritonga beralamat di Citra wisata Blok 7 No.12 membayar rekening air Rp150.930. Erry mengatakan sampai hari ini Tirtanadi masih melayani cakupan air di Medan sebanyak 74 persen atau 225.000 sambungan saja. Untuk itu Tirtanadi bisa meningkatkan pelayanan sehingga akhir tahun 2018 sudah dapat cakupan air 85 persen. "Kini Tirtanadi juga belum bisa beri PAD karena hasil yang ada untuk tambah modal lagi seperti bangun Instalasi Pengolahan Air (IPA)," kata Erry. Apabila cakupan pelayanan sudah mencapai 85 persen atau lebih, maka PDAM bisa menjadi pemasukan bagi daerah. Oleh karena itu dia meminta seluruh karyawan PDAM Tirtanadi agar menumbuhkan sense of belonging, rasa memiliki. Sehingga dari karyawan sampai direksi harus saling kerjasama sehingga tercipta Good Coorporate Governance (GCG). Sementara itu, Dirut Sutedi Raharjo mengatakan HUT PDAM Tirtanadi sebenarnya jatuh 8 September 2016.Tugas utama memberikan pelayanan air minum. Kini ada 3 IPA yang dalam proses antara lain; satu di Sunggal sudah selesai, Martubung lagi proses. Tirtanadi juga masuk dalam 1 dari 11 proyek strategis di Sumut. "Mohon dukungan bisa teralisasi 2019 terwujud cakupan pelayanan air minum 85 persen. Ia menyebut pada Jumat (30/09/2016), sudah menandatangani hibah dari pemerintah pusat ke Pemrovsu Rp185 miliar. Ini hibah yang dalam 3 bulan selesai sehingga tahun 2017 utang PDAM Tirtanadi jadi penyertaan modal Pemprov Sumut," terangnya. Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi H Hasban Ritonga menambahkan, Tirtanadi dapat menekan tunggakan air minum di bawah 90 persen. Akhir 2018 cakupan layanan air 85 persen bisa diwujudkan. "Marilah kita dukung sehingga masyarakat bisa dapat air berkualitas dan berkesinambungan," katanya. Usai meluncurkan pelayanan mobil keliling, Gubsu dan Direksi PDAM Tirtanadi melepas ratusan balon yang isinya gratis sambungan air minum.(BS03)