Habis Dibegal di Simpang Marindal, HP Willy Dirampas di Amplas

- Rabu, 28 September 2016 22:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/5593_Habis-Dibegal-di-Simpang-Marindal--HP-Willy-Dirampas-di-Amplas.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Willy, korban begal dan perampasa.
Beritasumut.com-Nasib naas dialami Willy (24), warga Jalan Besar Medan-Delitua, Gang Baru, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Pria keturunan tionghoa ini terpaksa harus 2 kali bolak-balik membuat laporan pengaduan ke Polsek Patumbak, Selasa (27/09/2016).

 

Willy menceritakan, pada Minggu (25/09/2016) kemarin, jam 23.30 wib, dirinya melintas seorang diri di Jalan Tritura, Simpang Marindal, Kecamatan Medan Amplas dengan mengendarai kereta Honda Verza warna putih BK 6031 AGB. Tiba-tiba, dia disalip dan distop dua orang pria berboncengan mengendarai kereta Honda Revo, warna hitam list (bergaris) merah.

 

"Karena distop, sayapun berhenti. Orang yang di boncengan itu turun dan langsung menodongkan pisau ke leherku sambil ngomong gini, serahkan keretamu kalau kau nggak mau mati," kata pria yang mengenakan baju 'kebesaran' Paguyuban Suku Tionghoa Indonesia (PASTI) itu menirukan ucapan si penodong.

 

Usai para begal kabur membawa motornya, Willy pun menumpang becak bermotor (Betor) untuk mengantarkannya ke Mapolsekta Patumbak, guna membuat laporan pengaduan. Sayangnya, karena kelengkapan surat kendaraan sebagai syarat pembuatan laporan tak lengkap, pengaduan Willy tak ditolak oleh personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Patumbak. 

 

Pada Rabu (28/09/2016) sore, Willy pun kembali ke Mapolsek Patumbak untuk membuat laporan dengan menyertakan kelengkapan surat. Setelah membuat laporan, Willy yang bekerja membantu orangtuanya membuat cakwe itu berniat pulang ke rumah dengan menumpang angkutan kota (Angkot) dari Mapolsekta Patumbak menuju ke Terminal Terpadu Amplas (TTA). 

 

Nasib naas kembali dialami Willy. Saat menunggu angkot Medan Bus yang hendak ditumpanginya, mendadak dia dihampiri enam pemuda yang diduga pemalak yang kerap beraksi di Terminal Amplas. Dua dari enam pemalak itu menggerayangi kantong celana Willy.Selanjutnya handphone (HP) merk ZTE yang baru dibelinya seharga Rp1,3 juta pun sudah berpindah tangan. 

 

Sedetik berikutnya, ada seseorang yang iba melihat wajah lusuh Willy. Setelah mendengar cerita atas kejadian yang baru dialami Willy, orang itupun menyarankan agar Willy membuat laporan ke Polsek Patumbak."Jadi awalnya orang itu (para berandalan) minta rokok sama saya. Rokokmu lae, katanya sama saya. Lantas saya jawab, saya tidak merokok. Terus, 2 orang dari mereka merogoh kantong celanaku, diambil orang itu HP-ku," terang Willy kepada wartawan di Polsek Medan Kota.

 

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Ferry Kusnadi membenarkan adanya laporan dari korban."Ya benar. Pengaduannya telah diterima dan sekarang anggota masih melakukan cek TKP, guna memastikan pengaduan korban. Apakah benar Willy dirampas atau rekayasanya," jelasnya.(BS04)

 

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan

Peristiwa

Polrestabes Medan Sikat Rayap Besi-Narkoba, 15 Hari, 147 Tersangka Ditangkap

Peristiwa

Sepanjang Ramadan, Satreskrim Polrestabes Medan Berantas Begal dan Polisi Gadungan

Peristiwa

Polisi Tembak Dua Orang Komplotan Maling Motor di Jalan Sei Mencirim Deli Serdang

Peristiwa

Polisi Tembak Maling Motor di Kecamatan Medan Tuntungan

Peristiwa

Polisi Tembak Kaki Maling Motor di Parkiran Tiara Convention Centre Medan