425 Jemaah Haji Ajukan Pulang Dini, Kadaker Ingatkan Soal Penimbangan Bagasi

- Kamis, 22 September 2016 20:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/3554_425-Jemaah-Haji-Ajukan-Pulang-Dini--Kadaker-Ingatkan-Soal-Penimbangan-Bagasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Dirjen PHU tinjau penimbangan koper bagasi jemaah.
Beritasumut.com-Layanan paling sibuk setiap kali memasuki fase pemulangan, adalah layanan tanazul.Secara sederhana, tanazul diartikan dengan pengajuan yang dilakukan oleh jemaah untuk memajukan atau mengakhirkan kepulangannya ke Tanah Air.

 

"Sampai saat ini, pengajuan tanazul sekitar 425 orang. Hal ini merupakan bentuk pelayanan kita kepada jemaah haji. Sampai saat ini, lebih dari 30 orang yang sudah dipulangkan ke Tanah Air dengan mekanisme tanazul," Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat dilansir dari laman resmi kemenag.go.id, Kamis (22/09/2016).

 

Menurutnya, tidak semua usul tanazul akan dikabulkan, tergantung pada alasan dan ketersedian seat pesawat. Setidaknya ada dua hal yang umum menjadi alasan pengajuan tanazul, yaitu: pertama, jemaah sakit yang karenanya mengharuskan jemaah dipulangkan lebih dulu dari kloternya, dan kedua, jemaah dengan keperluan tugas yang sangat mendesak dan harus segera diselesaikan di Tanah Air.

 

Sehubungan dengan itu, Arsyad mengingatkan jemaah yang sedang mengajukan tanazul agar menimbang barang bagasinya tanpa menunggu adanya kepastian izin tanazul. Pilihannya ada dua, bagasi ditimbang bersamaan dengan kloter asalnya, atau diikutkan dengan kloter yang dituju.

 

Terpenting, tegas Arsyad, koper jangan sampai tidak ditimbang dari Makkah karena tidak bisa dilakukan penimbangan di bandara. "Saat ini, sebagian jemaah yang mengajukan tanazul ada yang ragu apakah usulannya diterima atau tidak, sehingga mereka tidak menimbang barang bagasinya di kloter asal atau kloter yang dituju. Pada saat kloter yang dituju atau kloter yang baru berangkat ke bandara, mereka lalu membawa kopernya langsung ke bandara, dan di sana tidak bisa ditimbang," ujarnya.

 

"Akhirnya yang terjadi, numpuk di Jeddah dan harus dikembalikan ke Makkah untuk dilakukan penimbangan, baik dengan kloter berikutnya atau kloter asalnya," imbuhnya.

 

Arsyad mencontohkan, jika jemaah haji yang berasal dari kloter 20 lalu mengajukan tanazul untuk pulang bersama kloter 10, maka silahkan dipilih apakah bagasi akan ditimbang di kloter 10 ataukah 20. Barang bagasi itu pastinya akan dikirim sampai ke embarkasi masing-masing. (BS02)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam

Peristiwa

Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji

Peristiwa

Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan

Peristiwa

Usai Rapat di KPK, Menag Janji Layanan Haji Lebih Baik

Peristiwa

DPR Umumkan Pembentukan Timwas Haji hingga Timwas Perlindungan PMI

Peristiwa

Sekdaprov Sumut Tekankan 2025 Layanan RS Haji Harus Lebih Baik