Beritasumut.com-Peristiwa kerusuhan terjadi di Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (19/09/2016) malam. Kerusuhan ini berawal dari warga Desa SihepengTolu, Kecamatan Siabu, yang keberatan dengan kata-kata yang diunggah pemilik akun Facebook berinisial TDS, warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyebutkan, akibat kerusuhan tersebut, sedikitnya ada 4 orang terluka, bahkan 2 korban diantaranya mengalami luka tembak.Keempat korban tersebut adalah yakni Zul Lubis (19) mengalami luka robek di kepala bagian kiri dan Bargot Pulungan (35) tertembak senapan angin di pinggul kiri. Sementara Idris (36) mengalami luka di kening dan Saripada Nasution luka tembak di lengan kiri atas. Keempat korban merupakan warga Desa Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. "Tidak ada korban jiwa. Empat korban tadi tidak ada yang dirawat di rumah sakit," ujar Rina, Selasa (20/09/2016) siang. Tak hanya korban luka, kerusuhan juga mengakibatkan empat unit rumah di Desa Huta Pardomuan, Kecamatan sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, rusak. Pemilik rumah, yakni Pahami Siagian (65), Alarik Nainggolan (65), Marojahan Simangunsong (74) dan Marjulu Hasional (84). "4 unit rumah milik warga rusak karena dilempari saat kericuhan berlangsung," sebut Rina. Rina menjelaskan, status TDS di Facebook dinilai telah melecehkan salah satu agama.Inilah yang membuat warga geram dan melakukan pencarian TDS hingga menyerang warga desa yang ditinggali TDS."Warga lantas berkumpul untuk mencari pemilik akun Facebook berinisial TDS itu. Tak hanya itu,warga juga berencana akan menyerang ke kampung TDS," kata Rina. Pada Senin sekitar jam 21.00 wib, sebanyak 60 orang dari Desa Sihepeng Tolu menyerang Desa Huta Pardomuan dengan mengendarai sepeda motor. Namun, aksi itu dihalau sejumlah personel Polres Mandailing Natal yang sudah berjaga di lokasi."Lalu sekitar jam 22.30 wib, masyarakat Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapsel, tiba-tiba ikut menyerang ke Desa Huta Pardomuan. Mereka terprovokasi oleh pergerakan masyarakat Desa Sihepeng," tutur Rina. Mereka menyerang rumah warga menggunakan batu dan kayu. Warga Desa Huta Pardomuan ketakutan dan bersembunyi di dalam rumah. "Mereka melempari rumah warga. Kacanya berpecahan," kata seorang warga bernama Khairul. Penyerangan itu kemudian dibubarkan personel gabungan dari Polres Tapanuli Selatan dan Dandim 0212/TS. Massa dihalau ke arah Kabupaten Mandailing Natal."Malam itu juga petugas mengumpulkan para Toga dan Tomas untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap warga Desa Aek Badak yang melakukan penyerangan ke Desa Huta Pardomuan, serta menenangkan masyarakat agar tidak terprovokasi dan bersama menahan diri," kata Rina. Saat ini, kata mantan Kapolres Binjai tersebut, situasi sudah kondusif. Sejumlah personel TNI dan Polri masih berjaga di lokasi kerusuhan.(BS04)