Beritasumut.com-Kepala BKKBN Republik Indonesia Dr Surya Candra Surapaty mengatakan bahwa secara kuantitas penduduk harus dikendalikan. Demikian juga kualitas penduduk perlu terus ditingkatkan. Dia mengatakan, bangsa Indonesia menghadapi kondisi kependudukan yang disebut bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif mencapai 60%. Bonus demogragi menurutnya ibarat pedang bermata dua yang bisa menjadi anugerah namun bisa menjadi bencana kependudukan. "Syaratnya SDM manusia berkualitas. Harus punya kompetensi dan karakter,"ujar Surya saat peringatan Hari Keluarga Nasional XXIII Tingkat Sumatera Utara (Sumut) di Lapangan Merdeka Gunung Sitoli, Nias, Jumat (16/09/2016). Surya Chandra menjelaskan rata-rata lama bersekolah orang Indonesia sekarang 7,6 tahun yang berarti tingkat pendidikan rata-rata orang Indonesia hanya sampai tingkat SMP kelas 2. Selain kompetensi yang masih rendah, karakter kita juga masih lemah, diantaraanya tidak mau kerja keras, tidal mau belajar dan bekerjasmaa. "Lebih penting karakter dari pada kompetensi. Bung Karno bilang. Bangsa yang tidak berkarakter akan jadi bangsa kuli," sambung Surya. Ketua umum panitia Harganas 2016 yakni Ketua TP PKK Sumut, Ny Evi Diana Erry Nuradi menjelaskan Harganas 2016 disi dengan berbagai kegiatan seperti senam lansia dan pengobatan gratis, pemberian peralatan KB gratis, menyelenggarakan 22 kategori lomba, penyerahan alat teknologi TTG kepada Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dan pameran. Peserta Harganas 2016 para stakeholder mitra kerja dan penggerak BKKBN. Kegiatan pameran dan gelar dagang Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera Hari Keluarga dijelaskan Evi Diana adalah wujud kepedulian pemerintah sebagai upaya menjadikan keluarga subjek dan objek pembangunan. "Keluarga tempat berkembang anak-anak untuk menjadi manusia berkualitas," jelas Ny Evi Diana Erry Nuradi. Pelaksanaan puncak Harganas 2016 berlangsung meriah yang juga menampilkan atraksi lompat batu khas Nias. Gubsu beserta Ketua BKKBN dan para bupati/walikota ikut menari tarian khas Nias beserta para lanjut usia (lansia) dan generasi muda. Bupati Nias, Sokhi’atulo Laoli Nias menjelaskan kendala yang dihadapi pihaknya dalam mensukseskan program KB. Diantaranya personil petugas lapangan KB masih terbatas di Nias maupun kabupaten/kota lain di Kepulauan Nias. Khususnya di Nias, dengan jumlah desa 170 desa, hanya ada 3 orang PLKB definitif, yang lainnya tugas rangkap sebagai PNS dan tenaga kesehatan. Dia berharap perhatian pusat, terlebih mulai tahun 2017 PLKB diambil alih pusat. "Sangat diharapkan perhatian dan dukungan dari kepala BKKBN untuk memenuhi kebuthan PLKB di Nias," pungkas Bupati. (BS03)