Beritasumut.com-Akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Langkat, sejumlah areal pertanian budidaya terendam banjir. Akibatnya, petani semangka merugi sampai ratusan juta rupiah.Lahan budidaya semangka seluas puluhan hektar yang berada di desa Pekubuan kecamatan Tanjung Pura, kabupaten Langkat, rencananya akan panen dalam waktu satu bulan kedepan, akibatnya terancam gagal panen.Air yang merendam areal budidaya semangka selama beberapa hari belakangan ini, membuat pohon semangka tersebut mati dan layu, akibatnya buah semangka menjadi busuk karena terendam air banjir.Terendamnya lahan pertanian ini, diakibatkan hujan deras beberapa hari belakangan ini, di duga dangkalnya sungai dan tidak berfungsinya waduk, salah satu penyebab lambatnya air surut.Akibatnya puluhan hektar lahan pertanian terancam gagal panen, dan ratusan juta rupiah ikut hanyut seiring gagal panen.Menurut salah seorang petani semangka yang bernama Ketam, semangka miliknya sudah hampir seminggu terendam banjir, padahal dalam waktu dekat ini akan panen semangka, sementara kerugian yang dialaminya puluhan juta dengan luas areal ladang semangka yang terendam sekitar dua hektar."Mau gimana lagi, ladang saya terendam banjir, bahkan saya merugi hingga puluhan juta, sepertinya waduk tidak berfungsi lagi sehingga terjadi banjir," uujarnya, Rabu (15/09/201).Sejumlah petani semangka berharap agar Pemerintah segera memperdalam fungsi sungai dan memperbaiki waduk, agar dalam hal ini petani tidak lagi menjadi korban banjir.(BS08)