Presiden Jokowi Bertemu PM Turnbull Bahas Rencana Kunjungan ke Australia Hingga Soal Sapi

Herman - Kamis, 08 September 2016 14:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092016/5750_Presiden-Jokowi-Bertemu-PM-Turnbull-Bahas-Rencana-Kunjungan-ke-Australia-Hingga-Soal-Sapi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Australia Malcom Turnbull, di ASEM Villa, Vientiane Laos.

Beritasumut.com-Mengawali kegiatannya pada hari terakhir kunjungannya ke Laos, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia Malcom Turnbull, di ASEM Villa, Vientiane Laos, Kamis (08/09/2016).Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu kepada wartawan mengemukakan, pertemuan Presiden Jokowi dengan PM Australia membahas sejumlah agenda, di antaranya mengenai rencana kunjungan Presiden ke Australia, yang diperkirkan akan dilaksanakan bulan November mendatang.“Ini merupakan pemenuhan dari undangan PM Turnbull yang sudah lama, sejak beliau datang undangannya sudah ada, dan sekarang disampaikan lagi dan Presiden menyampaikan ‘Oke kita coba di koridor bulan November kita akan lakukan kunjungan ke sana’,” kata Retno kepada wartawan usai pertemuan Presiden Jokowi dan PM Turnbull.Selanjutnya kedua pemimpin negara membahas masalah tidak hanya terkait dengan ‎impor sapi tetapi juga cattle breeding (peternakan sapi). “Itu lebih berkelanjutan, tidak hanya masalah beli-membeli tetapi kemudian menjadikan ketahanan pangan kita lebih berkelanjutan,” ungkap Menlu.Adapun terkait kerja sama untuk kontra terorisme, menurut Menlu, Presiden Jokowi dan PM Turnbull sepakat untuk meningkatkan kerja sama kontra terorisme. Salah satu yang dipakai tentunya adalah JCLEC (Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation).“Kita sudah bekerjasama lama di JCLEC, ini akan ditingkatkan. Kerja sama informasi intelijen juga akan kita tingkatkan, cyber juga akan kita tingkatkan, sehingga akan ada perkuatan kerja sama untuk kontra terorisme,” jelas Retno, seperti dilansir setkab.go.id.Yang terakhir, lanjut Menlu, kedua pemimpin membahas masalah kerjasama di bidang maritim. Kebetulan kedua negara juga aktif di EAS (East Asia Summit) maupun di IORA (Indian-Ocean Rim Association).Menurut Menlu, dalam pertemuan itu PM Turnbull menanyakan kemungkinan Australia bekerjasama memberikan dukungan terhadap kerja sama maritim itu.“Tadi Presiden menyampaikan antara lain adalah di IUU (Illegal, Unreported, and Unregularted) Fishing, karena di dalam konteks IORA juga ada kerja sama dalam konteks blue economy yang juga diusung oleh Australia yang kita terus kerjasamakan,” ungkap Menlu seraya menegaskan, yang utama adalah keamanan maritim dan yang kedua adalah kemakmurannya. “Jadi keamanan maritim dan kemakmuran maritim (maritime security and maritime prosperity),” tambahnya.Tampak mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kesempatan itu adalah Menko Polhukam Wiranto, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Presiden Jokowi Sebut ASEAN Plus RRT, Korsel, dan Jepang Kunci Utama Perdamaian Kawasan

Peristiwa

Presiden Jokowi Ajak Kerjasama Dukung Kemerdekaan Palestina

Peristiwa

Presiden Jokowi: Kita Tidak Dapat Biarkan Negara Besar Mengatur Stabilitas Wilayah Sekitar ASEAN

Peristiwa

Presiden Jokowi: Sampaikan Bagaimana Melawan Radikalisme di Internet

Peristiwa

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Sejumlah KTT Bahas Keamanan Kawasan ASEAN

Peristiwa

Inilah 7 Isu Yang Dibahas Pada Pertemuan Antar Menlu ASEAN di Laos