Beritasumut.com-Warung milik pedagang di Terminal Terpadu Amplas (TTA) kembali jadi sasaran maling. Hampir setiap hari, satu persatu warung di kawasan ini disatroni maling. Terbaru, warung nasi milik Sunardi yang menjadi korbannya. Tiga unit kompor gas lengkap dengan satu unit tabung gas, blender dan uang hasil penjualan selama sepekan lenyap. Peristiwa pencurian diketahui Sunardi pada Senin (05/09/2016), sekitar jam 07.00 WIB. Pagi itu, Sunardi yang berniat membuka warung nasi soto miliknya, tiba-tiba dikejutkan dengan pintu depan warung yang telah terbuka dengan gembok yang sudah rusak. Sadar warungnya dimasuki maling, Sunardi lantas menanyakan kejadiaan yang menimpanya itu kepada pihak terminal. Namun, sayangnya pihak terminal tak memberi respon sedikitpun. Alhasil, Sunardi pun hanya bisa mengelus dada dan enggan melaporkan peritiwa tersebut ke polisi."Kalau nanti saya laporkan, bukan membuat pelakunya ditangkap, malah membuat pelakunya semakin menjadi. Sebab faktanya, sejak dulu, polisi tidak pernah menangani kasus yang dialami pedagang yang berjualan di Terminal Amplas ini," ujar Sunardi saat ditemui di Terminal Amplas, Rabu (07/09/2016). Dikatakannya, peristiwa serupa juga menimpa warung grosir bu Hajjah dan warung puluhan pedagang lainnya. Bahkan, katanya, masing-masing korbannya mengalami kerugian di atas Rp 5 juta. "Jadi, maling-maling di sini sudah keterlaluan. Setiap hari pasti mereka makan korban. Hebatnya lagi, mereka berani membongkar warung saya dan warung Bu Hajjah yang berada persis di samping pos polisi Terminal Amplas," katanya. Menanggapi maraknya pencurian di Terminal Terpadu Amplas, Kapolsek Patumbak AKP Afdhal Junaidi, ketika dikonfirmasi wartawan mengaku, akan melakukan penyidikan di lapangan. Untuk mempermudah penyelidikan, pinta Afdhal, ia meminta para korban untuk membuat pengaduan ke Polsek Patumbak."Jika para korban telah membuat laporan. Saya akan memerintahkan anggota untuk menindaklanjutinya," pungkasnya.(BS04)