Beritasumut.com-Pasca serangan terror yang di Gereja Khatolik Stasi St Yoseph, Jalan Dr Mansyur Medan, Polda Sumut kini meningkatkan fungsi Intelijen, Binmas dan Bhabinkambtibmas. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, serangan teror yang dilakukan oleh IAH (18), merupakan pola baru.Di mana pelaku melakukannya sendiri dan merakit sendiri. Karena itu, pihaknya kini telah meningkatkan fungsi intelijen sebagai pendeteksian dini adanya gerakan radikal yang dilakukan oleh orang-orang kelompok teroris. "Peran Pembinaan Masyarakat (Binmas) sudah ditingkatkan dengan pola pendekatan kepada masyarakat. Begitu juga dengan peran Bhabinkamtibmas, yang kian aktif melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir," katanya, Senin (05/09/2016).Menurutnya, dua satuan kerja itu tujuannya sama yakni melakukan pendekatan, membina hubungan atau komunikasi serta melakukan edukasi ditengah-tengah masyarakat. Sedangkan fungsi intelijen untuk mendeteksi adanya gerakan radikal."Ini semua sudah berjalan, namun semua itu tidak akan berjalan maksimal jika tidak ada peran serta dari masyarakat. Marilah dan bekerjasamalah dengan Polisi untuk mengantisipasi gerakan radikal ini," ujarnya.Salah satu aplikasi dari tiga fungsi itu, Polda Sumut kini telah melakukan penjagaan di semua rumah ibadah jika sedang melaksanakan ibadah, baik hari Minggu (Gereja), hari Jumat (Masjid) maupun hari-hari pelaksanaan ibadah umat beragama lainnya. "Penjagaan itu sudah mulai dilakukan sejak Minggu lalu, untuk kegiatan itu fungsi Shabara telah dimaksimalkan, termasuk meningkatkan kegiatan patroli," sebutnya.Sementara itu, pengamat teroris, Wawan Purwanto mengaku tidak heran dengan aksi yang dilakukan oleh Ivan Armadi Hasugian di Gereja Katholik Statsi St Yosep, Jalan Dr Mansyur Medan. Sebab, Bahrun Naim yang menurut Kapolri saat rapat dengan Komisi III DPR-RI di Jakarta, saat ini berada di Syiria telah memerintahkan seluruh jaringannya untuk menyerang Negara asal masing-masing."Di Syiria dan Suriah mereka (ISIS) sudah terdesak. Apalagi saat ini pasukan Surian sudah kembali berhasil merebut daerah kekuasaan ISIS. Karena terdesak, maka pimpinan ISIS memerintahkan agar menyerang negara asal masing-masing," katanya.Itu makanya, sambung Wawan, bom yang terjadi di Thamrin, Jakarta beberapa bulan lalu adalah bagian dari rencana ISIS yang ingin menerapkan politik konsep Islamiyah. "Ini berkaitan dengan Politik memang, di mana mereka (ISIS) tidak percaya pada pemerintah," ujarnya.Mereka (ISIS) memahami, konsep dan pola rekruitmen yang dilakukannya saat ini lama-kelamaan sudah mulai ditinggalkan, khususnya orang-orang dewasa. Sehingga, mereka melakukan rekruitmen baru kepada anak-anak, karena pola pikirnya masih labil dan mudah diajak."Anak-anak ini kan pikirannya labil sehingga rekruitmennya lebih mudah. Apalagi di usia yang masih muda tenga dan fisiknya masih energik," sebutnya.(BS04)