Beritasumut.com-Kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI AU Lanud Soewondo, Medan, beberapa waktu lalu, memantik aksi solidaritas para jurnalis di seluruh Indonesia. Salah satunya ditunjukkan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Malang Raya. Menurut Ketua IJTI Malang Raya, Deni Irwansyah, aksi kekerasan oknum TNI kepada jurnalis saat melakukan peliputan ujuk rasa warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, sudah kelewat batas. Pihaknya pun menunjukkan solidaritasnya dengan menolak lomba foto & video dalam rangka HUT ke-71 TNI 2016 dengan tema 'Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat dan Profesional'. "Menyikapi tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI-AU Lanud Medan terhadap rekan se-profesi kami Array Argus (Tribun Medan) dan Andry Safrin (MNC TV) yang sedang melakukan peliputan aksi ujuk rasa warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin, 15 Agustus 2016, dengan ini kami Pengurus IJTI Malang Raya protes keras dan meminta agar kasus tersebut diselesaikan secara hukum yang berlaku," papar Deni. "Perihal diadakannya lomba foto dan video oleh Puspen TNI, kami yang tergabung dalam organisasi profesi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Malang Raya menyatakan sikap menolak berpartisipasi mengikuti lomba foto & video dalam rangka HUT ke-71 TNI 2016, dengan tema 'Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat dan Profesional'," pungkas Deni menambahkan.(BS04)