Sengketa Lahan di Sari Rejo Akan Dilaporkan Kepada Presiden

- Rabu, 31 Agustus 2016 01:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082016/7817_Sengketa-Lahan-di-Sari-Rejo-Akan-Dilaporkan-Kepada-Presiden.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Warga Sari Rejo saat melakukan demo terkait sengketa lahan.
Beritasumut.com-Persoalan masalah lahan di Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia antara warga dengan TNI AU hanya bisa diselesaikan di tingkat pusat, DPRD Medan akan menyampaikan sengketa ini ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 

 

"Hasil RDP ini akan kita sampaikan kepada bapak Jokowi. Kita akan  surati, minta bertemu dengan Jokowi. Kalau Presiden menerima kita, sebagai wakil rakyat di daerah ingin bertemu, kita akan sampaikan  persoalan ini," ujar Ketua Komisi A DPRD Medan Roby Barus usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Medan, Sesala (30/08/2016). 

 

RDP dihadiri Forum Masyarakat (Formas) Sari Rejo, TNI AU Lanud Soewondo, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan unsur pemerintah Kota Medan. Dalam RDP, semua pihak menyadari jika persoalan sengketa lahan Sari Rejo kini berada di tingkat pusat. Kini dalam pembahasan Komisi II DPR RI.

 

"Menurut kami. Masalah itu tak terjadi jika semua pihak duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan ini. Forum ini, kita tidak cari salah dan benar, kita harapkan penyelesaian terbaik. Kalau memang masih dalam proses hukum, kita hargai prosesnya," kata Roby mengomentari pertemuan yang lebih membahasperistiwa bentrok antara TNI AU Lanud Soewondo dengan masyarakat sipil pada 15 Agustus 2016. 

 

Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Soewondo Medan Kolonel Pnb Arifien Sjahrir juga menyampaikan persoalan tidak bisa tuntas di level bawah. Pihaknya juga menyesali perisitiwa bentrok yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebagai prjurit, katanya, pihaknya hanya melaksanakan perintah untuk meneruskan program pembangunan rumah susun (Rusun) yang merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Rusun untuk prajurit Lanud dan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosek Hanudnas) III Medan.

 

Menurutnya, pemilihan lokasi jalan pipa I untuk pembangunan rusun sudah melalui proses. Mulai dari survei dan koordinasi dengan pihak BPN, Pemprov Sumut, Pemko Medan, Kecamatan dan Kelurahan. Namun, saat sosialisasi, terjadi penolakan warga."Kami ajak duduk bersama, karena satu sisi kami mendapat surat sebagai pemilik dan kalau memang ada dokumen dari masyarakat, mari kita bicarakan," katanya menyampaikan kronologi.

 

Mengenai putusan Mahkamah Agung (MA), pihaknya mengambil kesimpulan bahwa masyarakat tidak mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Menurutnya, putusan MA hanya untuk lahan seluas 5,6 hektar yang digarap 87 kepala keluarga. Namun, yang muncul justru masyarakat memperjuangkan hak 260 hektar oleh 5.500 lebih kepala keluarga di kawasan tersebut.

 

Setelah mendengarkan pendapat dari berbagai pihak, Kamisi A DPRD Medan meminta semua pihak menahan diri dalam sengketa lahan Sari Rejo. Komisi A akan membawakan kesimpulan RDP kepada Presiden RI Jokowi, agar persoalan yang sudah bertahun-tahun itu tuntas. (BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Tiga Terdakwa Pembunuhan Wartawan Dituntut Hukuman Mati

Peristiwa

Kaskoopsud II Pimpin Upacara Pembukaan Pertandingan Olahraga Antar Satuan HUT Ke-79 TNI AU

Peristiwa

LBH Medan Desak Pomdam I/BB Tetapkan Koptu HB Sebagai Tersangka

Peristiwa

Koptu HB Tidak Hadir, Majelis Hakim Tunda Sidang Kasus Wartawan Rico Sempurna Pasaribu

Peristiwa

Empat Saksi Tambahan dari JPU Terangkan Bulang Merupakan Tangan Kanan Oknum TNI

Peristiwa

AJI Indonesia Adukan Tiga Kasus Ketenagakerjaan ke Dewan Pers