Beritasumut.com-Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution menegaskan akan melakukan penindakan eks pedagang Aksara jika tetap berjualan di badan jalan. "Kita tidak beri kesempatan untuk berjualan di badan jalan. Bulan depan kita tindak. Kita sudah siapkan relokasi gratis," ungkapnya, Selasa (30/08/2016). Seperti diketahui masih ada ratusan pedagang Pasar Aksara korban kebakaran hingga kini berjualan di badan jalan Aksara. Akibatnya lalulintas pun macet akibat badan jalan itu sesak dengan pedagang.Pemko Medan sendiri mengalihkan pembangunan relokasi pedagang Pasar Aksara yang awalnya direncanakan di Komplek Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) ke lahan eks RS Martondi. Lahan eks RS Martondi seluas 7000 meter persegi itu kabarnya ditolak para pedagang lantaran dianggap tidak menguntungkan mereka. Tak hanya itu, para pedagang bersikeras tetap menolak di relokasi kemana pun selain Pasar Aksara. Tentang penolakan pedagang, Akhyar tak ingin mengekang pendapat pedagang. "Silakan untuk menolak. Pemko Medan tetap tidak akan mengijinkan pedagang berjualan di badan jalan," tegasnya. Mengenai pembangunan kembali Pasar Aksara, Akhyar mengatakan masih membutuhkan waktu untuk menjalin kordinasi dengan pihak PT AJI dan Deli Serdang. "Masih panjang prosesnya. Kan punya Pemko Medan seberapalah. Milik PT AJI lagi. Maunya mereka (Pihak ketiga) seperti apa. Kan gak bisa secepat itu. Makanya kita carikan relokasi," katanya. Tentang usulan pedagang yang siap menyumbang lima miliar rupiah untuk pembangunan pasar, Akhyar tidak berkata banyak. Ia hanya mengatakan Pemko sedang menjalin kordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, Akhyar menyatakan sudah tiga kali melakukan pertemuan dengan pedagang. "Kalau mau gelar pertemuan silakan. Kita terbuka kok. Saya udah jumpa mereka tiga kali," katanya. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Medan, Gunawan Surya Lubis menyatakan pembangunan penampungan sementara di MMTC sudah diberhentikan. Pasalnya, para pedagang menolak untuk direlokasi di situ. "Itukan hak mereka. Kalau mau nolak silakan. Saat ini pembangunan di MMTC nol," katanya sembari mengatakan dana Rp4,8 miliar telah tersedia.(BS03)